SKF 2017
Submission Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
Participant List
Abstract List
Online Proceedings
:: Abstract List ::

1 ABS-16 Biofisika

Sintesa calcium glyceroxide menggunakan calcium acetate yang di ekstrak dari cangkang telur
Rita winata sahata sidabutar (corresponding), dan Horasdia saragih

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Advent Indonesia.


Abstract

Calcium glyceroxide telah di sintesa menggunakan calcium acetate yang di ekstrak dari cangkang telur. proses sintesa dilakukan dengan cara melarutkan calcium acetate ke dalam glycerine. Beragam konsentrasi glycerine digunakan untuk mendapatkan calcium glyceroxide. karakterisasi XRD, FTIR, TG/DTA dan SEM/EDX dilakukan pada calcium glyceroxide yang dihasilkan. Dari hasil karakterisasi diperoleh bahwa calcium glyceroxide terbentuk dengan dominasi calcium diglyceroxide. Dari hasil karakterisasi XRD calsium diglyceroxide membentuk struktur kristaline. Sementara dari hasil SEM diperoleh bahwa morfologi calcium diglyceroxide membentuk batang persegi. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa calcium glyceroxide dapat di sintesa dari calcium acetate yang di ekstrak dari cakang telur.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=16


2 ABS-26 Biofisika

Penentuan Tumor Control Probability menggunakan model poisson dengan Adanya Proliferasi
Rany Nuraini, Rena Widita

Laboratorium Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132a)

ranynuraini25[at]gmail.com


Abstract

Pada radioterapi, salah satu parameter yang perlu diperhatikan adalah probabilitas kerusakan sel tumor setelah diradiasi atau dikenal sebagai tumor control probability (TCP). Model TCP yang paling sederhana dan banyak digunakan adalah model distribusi Poisson. Tetapi pada model ini tidak diperhitungkan adanya efek proliferasi sel, yaitu respon biologi sel dimana sel tumor dapat menggandakan diri dan membentuk populasi yang baru. Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan ditinjau penentuan TCP menggunakan model poisson dengan memperhitungkan efek proliferasi sel dan dosis yang bergantung waktu. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan model death birth ratio. Model ini merupakan kasus khusus dari proses Markov bergantung waktu dimana keadaan sel hanya bergantung pada dua kriteria, birth yang menambah jumlah sel dan death yang menurunkan jumlah sel sebesar satu. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa perbandingan nilai dosis saat TCP mencapai maksimum antara kedua model tersebut dengan tingkat perbedaan berkisar 1,4%. Hal ini berarti bahwa model ini dapat digunakan untuk menentukan nilai TCP dengan baik.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=26


3 ABS-31 Biofisika

TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA MENGGUNAKAN KATALIS KALSIUM GLYCEROXIDE
Sindy Oktava dan Horasdia Saragih

Universitas Advent Indonesia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Abstract

Penelitian transesterifikasi minyak kelapa berbantuan katalis kalsium glyceroxide didasari oleh karena pengembangan biodiesel pada umumnya masih menggunakan katalis basa homogeni. Namun katalis basa homogeni memerluan proses yang panjang dan biaya yang sangat besar. Selain itu katalis ini memiliki potensi untuk bereaksi kembali dengan biodiesel yang dihasilkan. Untuk menjawab permasalahan yang dialami saat ini kalsium glyceroxide dapat digunakan untuk proses metil ester. Kalsium glyceroxide disintesis dari CaCo3 + glycerol, CaCo3 diperoleh dari cangkang telur yang selama ini dianggap sebagai sampah. Metode untuk menghasilkan kalsium glyceroxide sangatlah sederhana. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah perbandingan jumlah glycerol dalam pembuatan kalsium glyceroxide yang digunakan untuk proses transesterifikasi minyak kelapa. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa larutan glycerol sebanyak 20 ml, dapat menghasilkan kalsium glyceroxide yang optimum sebagai katalis untuk proses transesteifikasi biodiesel.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=31


4 ABS-34 Biofisika

Pemodelan Pengaruh Radiasi terhadap Perkembangan Sel Kanker dengan Yeast dan Laser
Zahrotul Firdaus Tri Wahyu Lestari, Sparisoma Viridi

Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika
Program Studi Fisika
Institut Teknologi Bandung


Abstract

Yeast atau ragi telah dikenal sebagai model yang baik untuk studi tentang proses biologi seperti kanker dan siklus sel pada organisme multiseluler. Salah satu organisme yang termasuk yeast adalah Saccharomyces cerevisiae, organisme ini berkembang biak dengan memproduksi tunas dengan pertambahan jumlah secara eksponensial selama proses pembentukan koloni dengan diameter 0.2 mm. Berdasarkan karakteristik tersebut maka yeast cocok digunakan sebagai pemodelan sel kanker. Pengamatan secara langsung pengaruh radiasi terhadap sel kanker sulit dilakukan, sehingga dilakukan eksperimen pemodelen dengan menggunakan laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation). Ketika laser berinteraski dengan jaringan biologi terjadi berbagai interaksi bergantung pada koefisien refleksi, absorbsi, hamburan, dan parameter dari radiasi laser tersebut, seperti energi, waktu paparan, dan panjang gelombang. Interaksi ini telah dimanfaatkan dalam bidang medis terutama dalam hal terapi maupun operasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apakah laser dapat digunakan sebagai pemodelan yang cocok untuk pemodelan pengaruh radiasi terhadap kanker seperti pada saat radioterapi. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae yang disinari laser sebagai objek pengamatan dan diamati efek yang muncul dibawah mikroskop.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=34


5 ABS-51 Biofisika

VARIASI SUHU DALAM PROSES FABRIKASI BIODIESEL DARI MINYAK JARAK MENGGUNAKAN KATALIS KALSIUM GLYCEROXIDE
Dian Tantri Simatupang (a*), Horasdiah Saragih (b)

Universitas Advent Indonesia
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung
Barat, Kode Pos 40559


Abstract

Penelitian Fabrikasi Biodisel dari minyak jarak menggunakan katalis kalsium glyceroxide didasari oleh karena biodiesel merupakan bahan bakar pengganti bahan bakar diesel saat ini. Salah satu minyak nabati yang memiliki banyak keunggulan untuk menjadi biodiesel adalah minyak jarak. Proses produksi biodiesel dari minyak jarak dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk konsentrasi metanol, konsentrasi katalis, efek suhu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh reaksi suhu pada pembuatan biodiesel. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah dengan variasi suhu 40C, 60C, 80C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi suhu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah biodiesel yang dihasilkan. Suhu terbaik dalam penelitian adalah 60C.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=51


6 ABS-70 Biofisika

Analisis komposisi mineral batu ginjal dengan FTIR-ATR dan Micro-CT
Yuni Warty, Leni Aziyus Fitri, Freddy Haryanto, dan Herman

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Batu ginjal merupakan mineral dalam bentuk padat yang pembentukannya dimulai dari kristal kemudian agregat dan selang waktu tertentu akan terbentuk batu ginjal. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa kandungan mineral pada tiap lapisan batu ginjal. Lima buah sampel batu ginjal di karakterisasi dengan menggunakan Micro-CT. Sampel selanjutnya dipotong melintang dengan ketebalan kurang lebih 1 mm untuk dikarakterisasi dengan FTIR-ATR. Dari hasil pengukuran menunjukkan komposisi mineral pada tiap lapisan batu ginjal sama meskipun warna lapisan berbeda dengan menggunakan FTIR-ATR. Kandungan mineral batu ginjal adalah kalsium oksalat monohidrat, kalsium pospat, dan gabungan dari keduanya.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=70


7 ABS-2 Fisika Bumi

PENERAPAN ONSET MONSUN UNTUK PENENTUAN MASA TANAM NILAM (STUDI KASUS: KAB. GARUT)
Dr. Plato Martuani Siregar1,a) dan Yuki Dwi Pratiwi1,b)


1Program Studi Meteorologi,
Kelompok Sains Atmosfer,
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Tanaman nilam merupakan salah satu tanaman yang berprospek tinggi di Indonesia karena memiliki berbagai keunggulan antara lain adalah nilai jual tinggi. Pada kesempatan ini akan dilakukan pemetaan terhadap zona potensial tanaman nilam di Kabupaten Garut yang dilakukan berdasarkan kesesuaian agroklimat. Sedangkan penentuan masa tanam efektif menggunakan perhitungan onset monsun dan nilai produktivitas tanaman nilam dihitung berdasarkan beberapa unsur meteorologi. Salah satu metoda penentuan masa tanam efektif berdasarkan perhitungan onset monsun adalah menggunakan kriteria Australian Monsoon Rainfall Index (AMRI) DELTA-2, dimana kejadian onset monsun terjadi ketika nilai running mean lima-harian curah hujan melebihi 150% dari Mean Annual Cycle (MAC) curah hujan harian, dan perbedaan antara 150% MAC dengan MAC lebih dari 1 mm. Sehingga dihasilkan peta zonasi potensial dan waktu budidaya efektif bagi tanaman nilam.
Iklim Kabupaten Garut termasuk dalam iklim B menurut Schmidt-Ferguson, merupakan iklim yang cocok untuk dilakukan budidaya tanaman nilam. Analisis kesesuaian agroklimat menunjukkan di Kabupaten Garut terdapat lahan yang sesuai (S2) untuk budidaya tanaman nilam sebanyak 19 kecamatan dengan luasan sebesar 602,89 km2 yang tersebar di 4 kawasan zonasi potensial. Menurut perhitungan dengan menggunakan AMRI DELTA-2, persiapan penanaman yang cocok dapat dimulai di pertengahan bulan September setiap tahunya. Produktivitas tanaman nilam pada tahun 1999-2013 mengalami fluktuasi dan dipengaruhi oleh fenomena dinamika atmosfer seperti El Nino South Oscillation (ENSO) dan Madden Julian Oscillation (MJO). Di tahun kejadian El Nino, jumlah produksi menurun. Sedangkan pada tahun kejadian La Nina, jumlah produksi cenderung mengalami peningkatan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=2


8 ABS-19 Fisika Bumi

PEMANFAATAN DATA GLOBAL DAN CITRA SATELIT HIMAWARI 8 UNTUK IDENTIFIKASI KEJADIAN TANAH LONGSOR DI DELI SERDANG SUMATERA UTARA (STUDI KASUS: 15 SEPTEMBER 2017)
Satriana Roguna(a*), Nova Sari Sianipar(a), Paulus Agus Winarso(a)

(a) Prodi Meteorologi,
Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Jl. Perhubungan I no. 5, Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten 15221
*satriana.roguna[at]stmkg.ac.id


Abstract

Bencana alam tanah longsor semakin kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya telah menimpa wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Curah hujan observasi yang tercatat pada beberapa pos hujan yang terdekat dari wilayah longsor mengalami kenaikan intensitas pada hari kejadian dibandingkan pada hari sebelumnya. Faktor terjadinya peningkatan yang signifikan ini perlu dikaji dengan berbagai cara antara lain melihat faktor global dan media penginderaan jauh seperti satelit. Analisis data global seperti SOI, OLR, SST menunjukkan hasil yang mendukung peningkatan aktivitas konveksi sedangkan indeks IOD, NINO 3.4, MJO menunjukkan hasil yang berbanding terbalik. Angin gradien yang memperlihatkan adanya Shear (belokan tajam) dari arah barat Sumatera Utara pada hari sebelumnya dan adanya konvergensi menuju wilayah Sumatera Utara pada hari kejadian turut mendorong ketidakstabilan kondisi atmosfer pada kejadian ini. Hasil citra satelit memperlihatkan daerah tutupan awan konvektif yang luas terjadi sejak pagi hari dan awan Cumulonimbus mulai menunjukkan perkembangannya sejak pukul 13.00 WIB serta siginifikan dari pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=19


9 ABS-20 Fisika Bumi

PEMODELAN LAPISAN ENDAPAN VULKANIK GUNUNG SAMALAS 1257 AD BERDASARKAN DATA SEISMIK
Suhayat Minardi, Teguh Ardianto, Alfina Taurida Alaydrus, Hiden

Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram
Jl. Majapahit No. 62 Mataram, 83125 NTB-Indonesia


Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memodelkan lapisan endapan vulkanik dari Gunung Samalas 1257 AD. Data yang digunakan adalah data kecepatan gelombang permukaan yang diukur dengan metode MASW (multichannel analysis of surface wave). Metode MASW diterapkan pada enam lokasi di sebelah selatan sumber letusan dan dari hasil pengukuran dibuat model dengan arah selatan serta arah tenggara. Pengelompokan jenis endapan didasarkan pada IBC 2003 (ICC, 2003), TSC, 1998 (Ministry of Public Works and Settlement Government of Republic of Turkey, 1998). Hasil pemodelan diverifikasi dengan data singkapan yang dijumpai di lokasi pengukuran. Kelompok lapisan endapan vulkanik di bagian selatan terdiri atas endapan tipe C, D, dan E, yang mempunyai kecepatan rambat kurang dari 400 m/detik dengan ketebalan kurang dari 50 m. Endapan vulkanik tersusun atas pasir, kerikil, lempung, butiran batupung, debu vulkanik, dan alluvial. Semua jenis batuan tersebut ditemukan di semua lokasi penelitian dengan komposisi dan ketebalan yang berbeda-beda.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=20


10 ABS-32 Fisika Bumi

Pendugaan Anomali Bawah Permukaan Daerah Gunung Tangkuban Parahu dan Sekitarnya Berdasarkan Data Gaya Berat
Atari Rizki Naulia (a*), Enjang Jaenal Mustopa (b)

a) Physics Department, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*nauliatari[at]gmail.com
b) Physics Department, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia


Abstract

Makalah ini menjelaskan hasil penelitian di daerah Tangkuban Parahu dan sekitarnya dengan menggunakan metoda Gaya Berat untuk mengetahui kemungkinan adanya daerah prospek panas bumi di daerah tersebut. Metode ini memanfaatkan perbedaan nilai gravitasi di setiap titik pengukuran yang diakibatkan oleh susuan batuan di bawah permukaan bumi dengan nilai densitas yang berbeda. Data yang diperoleh dari lapangan diolah dengan melakukan berbagai koreksi sehingga diperoleh nilai anomali bouger lengkap yang menunjukkan persebaran nilai anomali gravitasi pada daerah tersebut. Kemudian setelah itu dilakukan pemodelan dengan menggunakan metoda Talwani untuk mengetahui penampang lintang di daerah tersebut. Dari pemodelan yang telah dibuat, kemudian dilakukan interpretasi agar dapat diketahui jenis batuan penyusunnya dan untuk mengetahu kemungkinan adanya prospek panas buumi pada daerah penelitian.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=32


11 ABS-33 Fisika Bumi

Interpretasi Data Self Potential di Daerah Gunung Tangkuban Parahu dan Sekitarmya
Mehindra Luluk Baskoro,Enjang Jaenal Mustopa

Laboratorium Fisika Bumi,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Telah dilakukan survey lapangan metode Self Potential (SP) di daerah Gunung Tangkuban Parahu dan sekitarnya untuk mengetahui anaomali potensial listrik di bawah permuakan daerah tersebut. Metode SP ini merupakan metode yang pasif yaitu pengukurannya dilakukan tanpa menginjeksikan arus listrik lewat permukaan tanah dengan mengukur beda potensial alamiah diantara dua titik di permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat listrik batuan yang diakibatkan oleh keberadaan mineral bawah permukaan. Akusisi data SP menggunakan konfigurasi elektroda tetap dengan jarak interval tiap elektroda adalah 20 meter dan sebanyak 20 lintasan dengan menggunakan konfigurasi basis tetap (fixed base). Pada teknik ini salah satu elektroda dibuat tetap berada pada satu titik yang disebut titik referensi, sementara elektroda yang lain dipindah-pindah untuk setiap pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan nilai self potential yang didapat dengan nilai terendah -164.2 mV dan nilai yang tertinggi 396.33 mV. Dari nilai sebaran potensial tersebut dapat diprediksi juga arah aliran fluidanya.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=33


12 ABS-46 Fisika Bumi

Pre Stack Depth Migration (PSDM) untuk Meningkatkan Citra Seismic 2D di Laut Madura
Iyod Suherman, Adam Budi Nugroho, Rizqi Rahman, Taufan Wiguna, Rahadian, Djunaedi Muljawan

Balai Teknologi Survei Kelautan - BPPT


Abstract

Pemilihan model kecepatan yang tepat untuk menghasilkan citra seismik yang akurat merupakan hal yang sangat penting. Pada daerah dengan struktur yang kompleks, variasi kecepatan secara lateral sangat mungkin terjadi, sehingga dibutuhkan model kecepatan interval yang akurat.
Inversi Koheren digunakan untuk membuat initial interval velocity, selanjutnya digunakan untuk membuat model interval velocity untuk masing-masing lapisan. Pre Stack Depth Migration (PSDM) dilakukan dengan model kecepatan ini untuk mendapatkan penampang seismik yang lebih baik. Hasil dari Prestack time migration (PSTM) dan PSDM memberikan hasil lebih baik.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=46


13 ABS-47 Fisika Bumi

Kontribusi petrofisika dalam penentuan batas lapisan satuan batuan di bawah permukaan
Taufan Wiguna, Rahadian, Adam Budi Nugroho, Djunaedi Muljawan, Rizqi Rahman, Iyod Suherman

Balai Teknologi Survei Kelautan - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi


Abstract

Petrofisika menunjukkan besaran-besaran fisik batuan. Besaran-besaran tersebut dapat diperoleh melalui akuisisi logging pada sumur bor (well logging) yang biasanya dilakukan saat eksplorasi minyak dan gas bumi.
Makalah ini bermaksud menjelaskan kontribusi fisika bagi ahli geologi untuk mempelajari sejarah pengendapan batuan, ketebalan lapisan, hingga sumberdaya alam yang ada.
Data petrofisika yang digunakan antara lain Gamma Ray (GR), Spontaneous Potential (SP), Induction Deep Resistivity (IDRes), dan P-Wave.Data tersebutakan dikorelasikan dengan data serpihan batuan yang keluar saat pengeboran (cutting).Data yang disajikan pada makalah ini berupa data well log dan cutting pada kedalaman antara 3000 - 8300 feat dari muka air laut.
Penentuan batas lapisan satuan batuan didasarkan pada perbedaan besaran fisik dan cutting. Batas lapisan satuan batuan yang dihasilkan berupa garis imajiner horizontal dan menjadi refrensi pada penentuan jorizon di lapisan seismik 2D.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=47


14 ABS-55 Fisika Bumi

Analisis Pengaruh Ukuran dan Model Butiran Terhadap Parameter Struktur Model Batuan Berpori
Hessel Juliust (a*), Chandra Winardhi (b), Fourier Dzar Eljabbar Latief (c)

Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Distribusi ukuran butir serta bentuk material penyusun batuan sedimen (grain sorting and shape) umumnya digunakan dalam interpretasi dari proses pengangkutan dan pengendapan pada proses pembentukan batuan sedimen. Dalam penelitian ini dianalisis pengaruh ukuran butiran terhadap parameter struktur batuan berpori dan permeabilitas absolutnya. Model digital dari mikrostruktur sampel batuan sedimen dibuat dengan variasi ukuran dan bentuk butir dengan porositas sama. Pada penelitian ini digunakan model butiran High Sphericity dan Rounded (bola sempurna) dan Pigeon Hole. Model Pigeon Hole berbasis fraktal dengan model bola sempurna yang dilingkupi oleh bentuk bola yang lebih kecil pada bagian kulitnya, yang bertujuan untuk memodelkan sementasi pada batuan sedimen. Kedua model ini dipilih sebagai representasi bentuk yang termasuk dalam kategori rounded karena keduanya tidak memiliki elongasi dan kecenderungan orientasi geometrik. Sampel yang dimodelkan berbentuk kubus dengan ukuran 256x256x256 piksel dengan ukuran piksel 7,5 μm/piksel. Pada model ini digunakan well sorted grain sorting (terpilah dengan baik) sehingga rentang perbedaan ukuran kecil. Parameter-parameter yang dihitung pada penelitian ini adalah luas permukaan spesifik pada objek solid (object surface), tingkat kompleksitas objek yang digambarkan dengan besaran dimensi fraktal, bilangan Euler dan derajat anisotropi, jumlah dan persentase pori terisolasi, konektivitas butiran dan pori, serta permeabilitas absolut dari model tersebut. Didapatkan pada luas permukaan spesifik pada objek solid (object surface) dan dimensi fraktal pada grain ukuran kecil bernilai sama untuk kedua model namun mengecil dengan makin besarnya ukuran butir dengan sampel lingkaran sempurna akan lebih kecil dengan kecenderungan yang sama dengan model Pigeon Hole. Jumlah pori tertutup pada kedua model akan mengecil dengan makin besarnya ukuran butir, namun presentasenya pada total pori tidak selalu turun. Konektivitas butiran dan pori akan mengecil dengan membesarnya ukuran butiran dan untuk kedua model akan menjadi cenderung sama konektivitasnya untuk ukuran pori yang besar. Derajat anisotropi didapatkan cenderung membesar namun tidak terlihat pola yang teratur. Permeabilitas absolut didapatkan akan selalu meningkat dengan makin besarnya ukuran butiran, namun pada model Pigeon Hole naik dengan fluktuatif. Dapat disimpulkan bahwa grain sorting and shape (distribusi ukuran butiran dan model bentuk butiran) akan mempengaruhi parameter struktur dan permeabilitas batuan secara signifikan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=55


15 ABS-78 Fisika Bumi

Analisis Citra Digital Sampel Tanah dan Batuan Menggunakan Micro-CT Skyscan 1173
Rizki Fahmi Sumaryono 1,a), Aceng Kurnia Rochmatulloh2,b), Ulpa Zein Fawziah, Firmansyah, Fourier D.E. Latief

UPI


Abstract

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=78


16 ABS-89 Fisika Bumi

Menentukan Tegangan Permukaan Batuan Sragen Dengan Metode Pengukuran Sudut Kontak Air
Nur Isnaini Romli, Ari Saldi , Agung Aji Nugroho dan Dr. Eng. Bagus Endar Bachtiar Nurhandoko

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Pada penelitian ini kami akan mengukur nilai tekanan kapiler dari batuan reservoir air yang berasal dari daerah Sragen. Tekanan kapiler ( Pc ) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak bercampur ( ca iran-cairan atau gas-cairan ) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan mereka. Tekanan kapiler pada batuan merupakan kecenderungan rongga pori batuan untuk mengisi setiap pori batuan dengan fluida yang bersifat membasahi atau Wetting fase salah satunya air. Di latarbelakangi oleh penemuan keunikan susunan lapisan batuan di daerah Sragen. Lapisan batuan yang ditemukan dilapangan tampak tersusun menyerupai reflektor yang tegak. Dengan kondisi demikian kemungkinan air tanah hanya bisa terangkat ke permukaan melalui struktur horizontal transverse isotropic fracture. Metode penelitian diawali dengan mengukur sudut kontak dari batuan penyusun reservoir air yang diambil dari daerah Sragen. Dari informasi ini akan diukur tegangan permukaan di batuan tersebut . Sehingga diharapkan mendapat nilai tegangan kapiler dari batuan reservoir air yang berasal dari Sragen dari penelitian ini.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=89


17 ABS-9 Fisika Instrumentasi

Pengukuran Nilai Densitas Panjang Benang Dengan Pengukuran Diameter Benang Secara Pengolahan Citra Digital
Andrian Wijayono (a*), Valentinus Galih Vidia Putra (a)

a) Laboratorium Fisika-Mekatronika Tekstil
Jurusan Teknik Tekstil, Politeknik STTT Bandung
Jalan Jakarta No.31, Bandung 40272, Indonesia
*putravgv[at]stttekstil.ac.id


Abstract

Densitas panjang pada benang merupakan salah satu faktor penentu mutu benang sebagai suatu material tekstil. Densitas panjang pada benang secara umum dijabarkan sebagai variabel nomor benang tex. Densitas panjang pada benang dan nomor benang memiliki hubungan \(d_{yarn}=0,04\sqrt{tex}\). Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sebuah metode untuk menentukan densitas panjang benang dengan menggunakan diameter benang yang diperoleh dari pengolahan citra digital.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=9


18 ABS-22 Fisika Instrumentasi

Rancang Bangun Perangkat Pemantau Ketinggian dan Kecepatan Arus Air Laut berbasis Android (IoT-Internet of Things)
Helen Raflis, Robi Dany Riupassa, Hendro

Jurusan Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Data pasang surut air laut sangat diperlukan pada kegiatan manusia yang berhubungan dengan dunia kelautan. Rancang bangun perangkat pemantau ketinggian dan kecepatan air laut digunakan untuk mengukur ketinggian dan kecepatan arus air laut pada keadaan pasang dan surut. Pengukuran dilakukan menggunakan sensor ultrasonic dan sensor laju alir (water flow sensor). Pada penelitian ini digunakan Arduino Uno untuk mengolah data ketinggian dan kecepatan arus air laut yang terbaca pada sensor. Data digital pada Arduino Uno melalui komunikasi serial akan dikirimkan ke server Blynk yang kemudian dapat diakses menggunakan aplikasi Blynk pada smartphone. Antarmuka pada aplikasi Blynk akan menyajikan data dalam bentuk grafik, level dan kecepatan arus secara real time. Rancang bangun disajikan dalam blok diagram yang terdiri dari tiga blok utama yaitu blok input, proses, dan output. Blok input terdiri dari sensor ultrasonic HC-SR05 dan water flow sensor, blok proses terdiri dari Arduino Uno, laptop/PC, dan program pemantauan yang dimodifikasi dapat dibaca dalam aplikasi Blynk, dan blok output berupa smartphone Android yang terinstall aplikasi Blynk dan jaringan internet yang menghubungkan ke data server Blynk. Aplikasi Blynk akan menampilkan ketinggian dalam bentuk widget level vertical, widget LED yang digunakan untuk indicator ketinggian yang ditentukan prasyarat kondisinya dan kecepatan arus air laut. Dari hasil pengujian diketahui bahwa perangkat ini akan menyajikan data ketinggian dan kecepatan air laut pada keadaan pasang dan surut dengan menggunakan aplikasi Blynk secara real time (Internet of Things) dan dapat diakses dimana saja dan oleh siapapun selama memiliki otorisasi.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=22


19 ABS-28 Fisika Instrumentasi

Karakterisasi Sensor Kelembaban Tanah (YL-69) Untuk Otomatisasi Penyiraman Tanaman Berbasis Arduino Uno
Dina Rahmawati1), Fera Herawati1), Geby Saputra1) dan Hendro1)

1Laboratorium Fisika Elektronika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor kelembaban tanah YL-69 untuk sistem penyiraman tanaman secara otomatis. Sensor YL-69 merupakan sensor yang mampu mendeteksi kelembaban dalam tanah. Sensor ini banyak digunakan untuk otomatisasi sistem penyiraman tanaman, namun cara penggunaan sensor yang kurang tepat membuat kerja sistem kurang efisien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakterisasi dari sensor YL-69. Karakterisasi yang dilakukan yaitu mencari hubungan tegangan dan panjang sensor yang di tancapkan terhadap nilai resistivitas. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa sensor YL 69 merupakan probe yang memiliki dua konduktor yang berfungsi untuk membaca kelembaban tanah dalam bentuk nilai resitansi. Hubungan panjang probe dengan nilai tegangan ADC maupun nilai resistivitas diperoleh bahwa semakin dalam probe sensor YL-69 menancap ke tanah maka nilai resistansi akan semakin menurun hal ini mewakili kondisi kelembaban tanah, semakin banyak kontak antara air atau tanah dengan probe sensor maka semakin sensitif sensor tersebut dalam membanca kondisi kelembaban tanah.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=28


20 ABS-30 Fisika Instrumentasi

Desain Alat Pemurnian Air Menggunakan Sensor Turbidity dan Ultrasonik Berbasis Mikro-Kontroler Arduino
Ivan Muhammad Siegfried1), Dany Wildany1), Hendro2)

1) Program Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2) Laboratorium Elektronika, Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Setiap hari, air dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Namun, tidak seluruh air layak untuk dipakai. Salah satu indikator bahwa air layak untuk dipakai adalah dengan mengukur kekeruhan air. Telah dibuat rancangan sistem pemurnian air menggunakan TSD-10 Turbidity Sensor dan SR-04 Ultrasonic Sensor berbasis mikro-kontroler Arduino. Hasil sinyal berupa data ketinggian dan kekeruhan diproses di Arduino dan diolah di perangkat lunak LabVIEW sehingga muncul tampilan keadaan sistem. Bedasarkan hasil keadaan sistem ini, perlakuan khusus akan diberikan untuk menangani dan memurnikan air keruh menggunakan kaporit yang setara menggunakan aktuator sehingga diharapkan proses pemurnian akan lebih efisien.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=30


21 ABS-38 Fisika Instrumentasi

Rancang Bangun Sistem Monitoring Konsentrasi Alkohol Berbasis Arduino dengan Menggunakan Sensor Tekanan dan CO2 pada Fermentasi Tapai
Sensius Seno (1), Iswanti Sihaloho (1), Hendro (2)

(1) Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132

(2) Laboratorium Fisika Intrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Perkembangan teknologi dalam bidang mikrokontroler memungkinkan membangun sebuah sistem monitoring yang dapat digunakan masyarakat luas dalam membuat dan menghasilkan produk makanan yang lebih baik dari hasil fermentasi. Sistem yang ekonomis, portable, dan remote sensing sangat dibutuhkan. Pada penelitian ini, sebuah sistem monitoring konsentrasi alkohol dibangun dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Uno, sensor CO2 untuk menampilkan kadar CO2 dan sensor tekanan untuk menampilkan tekanan dari hasil fermentasi. Sistem digunakan untuk melihat hubungan antara tekanan dan kadar CO2, serta konsentrasi alkohol yang dihasilkan selama fermentasi. Tekanan gas dan kadar CO2 yang dideteksi oleh masing-masing sensor ditampilkan pada monitor dengan menggunakan program Labview yang sudah terhubung ke beardboard arduino sementara konsentrasi alkohol diketahui melalui perhitungan dari kadar CO2 yang diperoleh. Monitoring dilakukan selama 72 jam sehingga hasil monitoring memperlihatkan grafik kenaikan tekanan, kadar CO2, dan konsentrasi alkohol dari data yang disimpan oleh Labview setiap 10 menit sekali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tekanan gas, kadar CO2 dan konsentrasi alkohol mengalami peningkatan hingga jam ke-72 dan penurunan pada jam berikutnya.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=38


22 ABS-40 Fisika Instrumentasi

PENDETEKSIAN KONSENTRASI FORMALIN MENGGUNAKAN SENSOR HCHO DAN LM35 BERBASIS ARDUINO
Nikodemus Umbu Janga Hauwali,Saudiah Mawaddah, Hendro

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung


Abstract

Formalin merupakan bahan yang mestinya digunakan untuk pengawetan mayat dan bahan pembersih lantai, namun sering disalahgunakan sebagai bahan pengawet makanan. Pada penelitian ini membuat rancang bangun pendeteksi kandungan formalin dan mengamati perubahan konsentrasi formalin terhadap temperaturan. Pendeteksian kandungan formalin dilakukan dengan menggunakan sensor HCHO sedangkan perubahan temperatur setiap waktu diukur dengan menggunakan sensor LM35, dimana kedua sensor ini dihubungkan ke Arduino Uno. Data sensor HCHO berupa perubahan konduktivitas dan data sensor LM35 akan di tampilkan pada program LabVIEW. Hasil yang diperoleh berupa grafik perubahan kandungan formalin terhadap variasi temperatur, dimana konsentrasi formalin menurun ketika temperatur meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ini, perubahan suhu dapat dijadikan sebagai salah satu metode untuk meminimalisir kandungan formalin dalam suatu bahan makanan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=40


23 ABS-42 Fisika Instrumentasi

RANCANG BANGUN ALAT KENDALI DAN OTOMATISASI LAMPU BERBASIS BLUETOOTH MENGGUNAKAN HANDPHONE ANDROID
Darmawan Setia Rahayu, Reny, Hendro

Jurusan Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung


Abstract

Pada penelitian ini akan dirancang sebuah alat yang berguna untuk mengontrol lampu AC dengan menggunkan smartphone sebagai pengontrolnya. Alat ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam kendali lampu tanpa harus berjalan menghampiri saklar di setiap ruangan. Selain itu, alat ini juga dirancang untuk memiliki kemampuan mengontrol waktu nyala dan matinya lampu sesuai dengan waktu yang diatur. Sistem pengendalian dibangun menggunakan komunikasi serial tanpa kabel antara aplikasi android Robo Remo dan bluetooth dari smartphone dengan modul bluetooth yang terpasang pada arduino. Kinerja lampu (menyala atau tidak) akan ditampilkan melalui hasil pengukuran tegangan sensor cahaya dalam bentuk grafik oleh software LabVIEW sehingga dapat diketahui dengan tepat lampu di ruangan mana yang menyala atau mati. Bedasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa alat dapat bekerja dengan baik.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=42


24 ABS-43 Fisika Instrumentasi

Pengembangan Sensor LVDT (Linear Variable Differential Transformer) dengan berbagai Konfigurasi
Wilson Jefriyanto (a)*, Eko Satria (a), Mitra Djamal (a)

(a) Laboratorium Fisika Instrumentasi
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*wilsonjefriyanto[at]gmail.com


Abstract

Teknologi sensor telah banyak mengalami perkembangan di berbagai bidang tidak hanya pada bidang industri, tetapi juga merambah pada bidang lain, seperti bidang otomotif, teknologi pengolahan, bangunan, medis, komunikasi, teknologi informasi, mitigasi bencana dan bidang lainya. Dalam bidang mitigasi bencana, salah satu sensor yang digunakan yaitu sensor untuk mengamati pergerakan tanah dalam mangantisipasi terjadinya tanah longsor yang rawan terjadi di Indonesia. Dalam penelitian ini telah dikembangkan sensor Linear Variabel Differential Transformer (LVDT) yang merupakan sensor posisi yang dapat dijadikan sebagai sensor pergeseran tanah. Perkembangan sensor LVDT banyak mengalami perkembangan dan sudah mulai diproduksi, namun harga jualnya masih tergolong mahal sehingga tidak mudah untuk mendapatkannya. Pada penelitian ini sensor LVDT dibuat dengan menggunakan bahan yang terjangkau sehingga harganya lebih murah. Sensor LVDT yang dikembangkan pada penelitian ini terdiri dari 3 jenis konfigurasi yaitu LVDT dengan konfigurasi umum, konfigutarsi Balanced linear- tepered secondaries dan konfigurasi Overwound Linear- tapered secondary windings dengan diameter dan jumlah lilitan yang bervariasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, konvigurasi LVDT umum menghasilkan pengukuran yang linear pada sensor dengan diameter 1.5 cm dan ukuran kawat email 0.3 mm. Sensor LVDT dengan konfigurasi Overwound linear- tapered secondary windings menghasilkan pengukuran yang sangat akurat, dengan koefisien korelasi mendekati satu (1). Sensor LVDT dengan konfigurasi ini memiliki spesifikasi nilai skala terkecil (NST) 0.1 mm dengan jangkauan pengukuran sampai 140 mm.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=43


25 ABS-48 Fisika Instrumentasi

Karakterisasi Non- Destructive Pada Susu dengan Menggunakan Metode Induksi Elektromagnetik
Dicky Zulfikridin (1,a), Rizqa Sitorus (1,b), dan Hendro (2,c)

1) Pengajaran Fisika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesa No.10 Bandung, Indonesia


2) Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi
Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesa No.10 Bandung, Indonesia


a) dicky.zulfikridin[at]gmail.com
b) rizqasitorus[at]gmail.com
c) hendro[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Metode induksi elektromagnetik merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengkarakterisasi penurunan kondisi susu. Masa kadaluarsa yang tercantum pada susu kemasan tidak dapat dijadikan acuan apabila susu mendapat perlakuan yang tidak baik seperti menyimpan susu pada temperatur tinggi, udara lembab dan cacat pada kemasan. Dalam penelitian ini, sample dalam kemasan diuji dengan memberi gangguan medan magnetik sedemikian rupa sehingga garis medan magnetnya menembus sample. Medan magnet yang keluar dari sample dideteksi perubahan medan magnetnya. Perubahan medan magnet ini akan dikaitkan dengan kondisi sample tersebut. Pengamatan ini akan dilakukan dalam rentang waktu yang cukup lama. Metode ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendeteksi adanya pengaruh bakteri terhadap medan magnet. Monitoring ini tidak hanya dapat digunakan untuk mengetahui kondisi susu tetapi juga dapat dikaitkan dengan keberadaan mikroba dan bakteri dalam susu karena pertumbuhan bakteri dan mikroba dalam susu dapat mengubah sifat fisik susu. Kami percaya bahwa penelitian ini akan mendukung pengembangan di dunia medis dan dan industri pangan yang ada di Indonesia. Selain itu, penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pengetahuan ilmiah bagi masyarakat.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=48


26 ABS-50 Fisika Instrumentasi

Rancang Bangun Sistem Distribusi LPG Pada Ruang Berbasiskan Sensor MQ-6 dan Mikrokontroler Arduino Interface LabVIEW
Imam W Sinaga1, Rakotovao Lovanantenaina2, Hendro3

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Telah dibuat rancang bangun system instrumentasi analisis distribusi dan laju gas Liquid Petroleum Gas (LPG). LPG yang mudah terbakar dalam fasa gas menimbulkan kerugian yang besar, karenanya diantisipasi dengan pemberian zat mercaptan untuk memberi bau. Gas LPG dapat diamati dari distribusi penyebaran dalam ruang karena tidak selamanya penciuman manusia dapat diandalkan. Penelitian ini membahas distribusi gas LPG di ruang terisolasi serta memonitor sensor gas agar dapat bereaksi optimal yang dengan memvariasi posisi dari detektor. Detektor yang digunakan adalah sensor MQ-6, dimana sensor tersebut akan mengurangi resistansinya ketika bereaksi dengan gas LPG, sehingga akan mengaktifkan switch lampu LED dan buzzer melalui antarmuka LabVIEW. Dari hasil dari penelitian ini, diamati pola distribusi gas dengan variasi laju deteksi dari variasi posisi detektor yang disimpulkan akan baik jika disimpan di dinding dasar ruang penyimpanan tabung LPG yang tersambung. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan untuk pengaktifan exhaust fan agar membuang gas LPG leakage ke udara bebas.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=50


27 ABS-52 Fisika Instrumentasi

Perancangan Sistem Instrumentasi sebagai Deteksi Penurunan Kualitas Susu Menggunakan Metode SPR
Asri Setyaningrum, Ahmad Zatnika Purwalaksana, Kharisma Alfa Atlantis, Hendro

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem instrumentasi Surface Plasmons Resonance (SPR) skala laboratorium yang ekonomis. Tunjuan dari perancangan sistem instrumentasi ini adalah untuk mengamati penurunan kualitas susu dengan menggunakan metode SPR. Penurunan susu biasanya dideteksi melalui perubahan warna, bau dan bentuknya, namun cara tersebut tidak dapat mengamati proses penurunan kualitas susu secara real time. Metode SPR sangat sensitif dalam melakukan pengukuran dikarenakan prinsip kerja dari metode SPR ini adalah mengamati perubahan indeks bias pada permukaan sensor yang berhubungan langsung dengan susu. Hasil dari penelitian ini berupa perancangan sistem intsrumentasi SPR dengan besar biaya berkisar Rp. 2.000.000,00 dimana biaya tersebut sangatlah ekonomis dibandingkan dengan harga SPR komersil yang paling murah yaitu berkisar Rp. 70.000.000,00.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=52


28 ABS-53 Fisika Instrumentasi

Sensor Kontak Untuk Deteksi Penurunan Kualitas Susu Berdasarkan Quartz Oscillator
Gigih Pamungkas (20216041) Iman Nurzaman (90216305)

Institut Teknologi Bandung


Abstract

sensor kontak untuk penentuan penurunan kualitas larutan susu menggunakan osilator kuarsa dilaporkan. Medan listrik di dalam cairan susu dengan lempeng kapasitor Sensing Capacitor (SC) digunakan untuk mendeteksi cairan pada susu. Sensor ini mengukur perubahan kapasitansi SC sebagai perubahan frekuensi quartz oscillator. Kapasitansi tergantung pada permitivitas relatif dan konduktivitas sampel cair pada spacer. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk mengukur konsentrasi sampel. Penurunan kualitas susu diikuti perubahan Konsentrasi larutan pada susu. Responnya sangat stabil karena di sensor ini, SC tergabung ke dalam osilator kuarsa. Sensor yang diusulkan diharapkan bisa digunakan untuk berbagai macam aplikasi penentuan penurunan kualitas larutan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=53


29 ABS-54 Fisika Instrumentasi

Rancangan Sistem Otomasi dan Kontrol Berbasis IoT pada Petrernakan Terintegrasi Lele dan Kangkung
Muhammad Zaki, Eko Satria, Mitra Djamal

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Telah dibuat rancangan sistem instrumentasi berbasis IoT yang berfungsi sebagai otomasi dan kontrol pada peternakan lele yang terintegrasi dengan perkebunan kangkung. Sensor yang digunakan pada sistem ini adalah sensor suhu, pH, dan gas amonia. Data yang dikumpulkan oleh akan diproses menggunakan Raspberry, untuk digunakan sebagai parameter Raspberry dalam melakukan prosedur otomasi yang telah diatur sebelum sistem berjalan. Raspberry juga digunakan sebagai server sehingga data dari sensor dapat terhubung dengan pengguna melalui internet. Pengguna dapat mengambil alih kontrol yang dilakukan oleh Raspberry menggunakan smartphone melalui jaringan internet. Penggunaan sistem instrumentasi ini diharapkan dapat mengefektifkan pekerjaan dan mengurangi biaya operasional juga meningkatkan kualitas produk.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=54


30 ABS-56 Fisika Instrumentasi

Pengembangan Hidroponik Floating Hydroponic System (FHS) dengan Internet of Things(IoT)
Joshua Dwi Prasetyo (a*), Eko Satria (a**), Mitra Djamal (a***)

a) Kelompok Keahlian Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung
*artjo26[at]gmail.com
**ekosatria004[at]gmail.com
***mitra[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Indonesia adalah negara agraris, yaitu negara yang sebagian besar mata pencaharian utama masyarakatnya berada di bidang pertanian. Akan tetapi, kemajuan teknologi dan pengembangan daerah kota membuat lahan pertanian semakin sempit. Solusi dari permasalahan ini adalah sistem pertanian menggunakan sistem hidroponik yang tidak membutuhkan media tanah dan ruang yang besar. Salah satu sistem hidroponik adalah Floating Hydroponic System (FHS), yaitu sistem hidroponik dengan tanaman dibiarkan mengapung/terendam pada suatu larutan dengan nutrisi tertentu. Hal yang perlu diperhatikan di antaranya adalah temperatur air yang harus berkisar antara 25 - 27 derajat Celcius dan konduktivitas listrik larutan yang berkisar 2.0 - 3.0 mS/cm. Salah satu cara untuk menjamin tumbuhnya tanaman secara optimal adalah otomasi sistem yang dilengkapi sistem Internet of Things (IoT), sehingga pengguna dapat mengecek keadaan fisis dari sistem hidroponik dan menyalakan/mematikan sistem hidroponik tersebut. Keluaran dari pengembangan sistem ini adalah sistem pertanian yang tidak membutuhkan ruang banyak dan pertanian serta mudah dicek dan digunakan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=56


31 ABS-62 Fisika Instrumentasi

Sistem Pengukuran Jarak Jauh Dengan Bantuan Robot Berbasis Internet of Things (IoT)
Muhammad Fadhlika (a*), Eko Satria (a), Mitra Djamal (a)

a) Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung
*fadhlika[at]gmail.com


Abstract

Telah dibuat rancangan robot berbaris IoT yang berfungsi untuk melakukan pengukuran jarak jauh. Pada robot ini digunakan sensor suhu, kelembaban dan kamera. Data yang diperoleh akan dikirim ke internet melalui Wi-Fi untuk direkam dan dipantau sehingga dapat diproses lebih lanjut. Pengguna juga dapat mengendalikan dan memantau gerakan robot dari jarak jauh menggunakan smartphone dan browser melalui jaringan internet. Sistem diharapkan dapat melakukan pengukuran dengan efektif dan efisien untuk lokasi yang sulit dijangkau oleh manusia.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=62


32 ABS-63 Fisika Instrumentasi

Simulasi Virtual Lock-In Amplifier Dua Fase dengan Rujukan Internal Berbasis LabVIEW
Wildan Syahrun Nahar, Rapih Umbarawati

ITB


Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan perancangan simulasi visual lock-in amplifier dua fase berbasis LabVIEW. Lock-In Amplifier merupakan sebuah perangkat elektronik yang berfungsi mengukur sinyal yang tenggelam dalam noise. Simulasi ini menggunakan perangkat lunak program LabVIEW yang menyediakan banyak fitur dan operasi matematis guna menjalankan fungsi sebagaimana lock-in amplifier. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sinyal masukan dan sinyal rujukan yang berasal dari program LabVIEW. Hasil yang didapat cukup akurat dimana persentase keberhasilan program dengan perangkat yang sebenarnya mencapai 98%.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=63


33 ABS-64 Fisika Instrumentasi

Optimasi Peletakkan Sensor pada Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT)
Deni Kartika1,a), Harianto Wibowo1,b), Azka Zakiyyatuddin1,c), M. Djamal1,d) dan Maria Evita1,e)

1Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) kartika.deni[at]gmail.com
b) hariantowb[at]gmail.com
c) azkakyokushin[at]gmail.com
d) mitra[at]fi.itb.ac.id
e) maria[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghitung jumlah mobil yang lewat dan mengelompokkannya berdasarkan ketinggian mobil. Sistem bekerja menggunakan sensor ultrasonik untuk mendeteksi mobil yang lewat beserta tinggi mobil. Untuk mengelola input dan output dalam sistem, digunakan NodeMCU ESP 8266. Output dari hasil pencacah dari sistem akan dikirim otomatis melalui aplikasi MQTT dari android, hingga dapat diketahui jumlah mobil yang lewat beserta klarifikasinya secara real-time. Penelitian akan difokuskan pada optimasi peletakkan sensor hingga Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT) dapat bekerja secara efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah trial-error semua kondisi yang cocok untuk penempatan sensor dan mencari hasil maksimal dari hasil tersebut. Dari hasil penelitian, sensor paling efektif diletakkan tepat diatas satu ruas mobil dan mengarah lurus ke jalan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=64


34 ABS-67 Fisika Instrumentasi

Pengukuran getaran osilasi menggunakan sensor accelerometer MPU6000 pada model sistem Tuned Mass Damper
Djoko Untoro Suwarno

Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta


Abstract

Dengan kemajuan teknologi di bidang semikonduktor, muncullah produk IC sensor yang semakin murah dan mudah digunakan. Pada penelitian ini telah diuji coba sensor accelerometer 3 sumbu untuk pengukuran getaran osilasi pada model sistem Tuned Mass Damper (TMD). Sistem terdiri dari model TMD dengan 2 tingkat dan tinggi 60 cm, sensor accelerometer MPU6000, board Arduino serta komputer untuk mencatat dan menampilkan hasil pengukuran dalam bentuk grafik.. Parameter yang diukur berupa amplitudo getaran untuk 3 arah sumbu, frekuensi natural pada model sistem TMD dan redaman yang terjadi. Hasil pengukuran berupa data numerik untuk tiga sumbu (x,y,z) serta tampilan grafik dari pengukuran.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=67


35 ABS-75 Fisika Instrumentasi

Perancangan Prototipe Smart Car Counter Berbasis Internet of Things dengan ESP 8266 dan Platform Thingspeak
Azka Zakiyyatuddin1,a*), Deni Kartika1,b), Harianto Wibowo1,c), Maria Evita1,d), dan Mitra Djamal1,e)

1Laboratorium Fisika Teoretik,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

*a) azkazakiyyatuddin[at]s.itb.ac.id
b) kartika.deni[at]gmail.com
c) hariantowb[at]gmail.com
d)maria[at]fi.itb.ac.id
d)mitra[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Internet of Things (IoT) adalah inovasi teknologi yang memungkinkan agar suatu device dapat terhubung dengan device lainnya (berkomunikasi satu sama lain). Dengan adanya IoT, pengambilan data menjadi mudah dan data tersebut dapat diakses dari manapun dan kapanpun. Dalam perancangan prototipe smart car counter ini, digunakan sensor ultrasonik yang akan mendeteksi mobil ketika melewatinya. Kemudian digunakan Nodemcu V3 dengan ESP 8266 didalamnya yang disebut sebagai publisher. Publisher berfungsi mengirimkan data. Data tersebut dikirimkan ke broker (penghubung pengirim data dan penerima data) dimana pada sistem ini digunakan platform thingspeak. Kemudian, terdapat subscriber (penerima data) yaitu smartphone yang mampu menerima data dari broker menggunakan aplikasi thingview. Ketika semua sistem ini terintegrasi, maka jadilah prototipe car counter yang mampu menampilkan jumlah kendaraan yang melewati counter untuk waktu-waktu tertentu melalui smartphone.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=75


36 ABS-76 Fisika Instrumentasi

Rancang Bangun Sistem Pintu Air Sungai Terpadu Berbasis Internet of Thing untuk Antisipasi Banjir di Daerah Hulu
Ikeda Sandri M. T, Eko Satria, Mitra Djamal

Electronic and Instrumentation Laboratory
Physics Department
Institut Teknologi Bandung


Abstract

Dalam penelitian ini dirancang suatu sistem pintu air sungai terpadu yang terintegrasi berbasis IoT untuk antisipasi banjir. Dalam sistem ini kontrol dan instrumentasi digunakan untuk mengontrol bukaan pintu air dan untuk memindahkan aliran air ke sungai yang lain. Sensor yang digunakan adalah sensor level untuk mengetahui ketinggian air di pintu air. Aktuator yang digunakan adalah stepper yang digunakan untuk mengatur bukaan pintu air. Data yang didapat akan diproses oleh arduino yang juga berfungsi sebagai server untuk mengirim data ke internet. Data yang didapat dapat dilihat melalui gawai dan perintah dapat dikirimkan melalui gawai tersebut. Manfaat ke depan diharapkan dapat mengurangi banjir akibat volume air di sungai yang berlebihan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=76


37 ABS-77 Fisika Instrumentasi

Rancangan Sistem Otomasi dan Monitoring Berbasis IoT pada Vertical Farming Sayur Bayam
Martinus Tampubolon, Mitra Djamal

Institut Teknlogi Bandung


Abstract

Vertical farming adalah konsep bercocok tanam yang memaksimalkan ketersediaan lahan dengan cara
membuat media tanam yang bertingkat. Dalam penelitian ini kami merancang suatu sistem untuk memonitor
dan otomasi pengendalian parameter-parameter fisis yang penting bagi pertumbuhan tanaman pada vertical
farming dengan berbasis Internet of Things (IoT). Tanaman yang akan digunakan adalah sayur bayam.
Parameter-parameter yang akan dikendalikan untuk membuat kondisi optimal bagi pertumbuhan dan hasil
panen tanaman adalah: kelembaban media tanam, suhu media tanam, kadar unsur hara, intensitas cahaya dan
ph media tanam. Untuk menguji keberhasilan sistem ini, metoda yang digunakan adalah dengan
membandingkan hasil panen tanaman sayur bayam yang dikembangkan dengan sistem ini terhadap tanaman sayur bayam
yang ditanam secara konvensional.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=77


38 ABS-80 Fisika Instrumentasi

Sistem Kendali Jarak Jauh Pakan dan Air Minum pada Peternakan Berbasis Internet of Things (IoT)
Muhammad Farish Mutaaffif1,a), M. Mujtahid1,b), Bilal El Bari2,c), Maria Evita1,d) Mitra Djamal1,e)

1Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) farish.astrof[at]gmail.com
b) mujtahid.saya[at]gmail.com
c) bilalelbari[at]gmail.com
d) maria[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Peternakan merupakan satu bidang yang sangat berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Dengan adanya penerapan aspek teknologi berupa internet of things, para peternak dapat memonitoring dan mengontrol peternakan meskipun terpaut jarak yang sangat jauh sekalipun hanya dengan berbekal smartphone. Sehingga peternak yang berada di rumahnya dapat melakukan monitoring dan kontrol parameter kadar pakan dan air minum. Dengan adanya sistem ini maka kuantitas konsumsi ternak terhadap pakan dan air minum dapat dikontrol sehingga dapat lebih efisien dan efektif. Pengontrolan ini juga menjadikan hewan ternak lebih sehat sehingga pertumbuhannya semakin cepat dan berbobot sesuai dengan harapan. Harapannya sistem ini nantinya dapat diaplikasikan di dunia peternakan, sehingga banyak orang yang berminat untuk beternak dan peternakan di Indonesia pun dapat mendominasi dan menyuplai konsumsi hewan ternak sendiri bahkan bisa ekspor ke luar negeri.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=80


39 ABS-81 Fisika Instrumentasi

Sistem Peternakan Ayam Pedaging Berbasis Internet of Things (IoT)

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Pada penelitian ini telah dirancang sistem sensor yang digunakan dalam kegiatan peternakan ayam pada umur ayam yang telah lebih dari lima belas hari. Produksi ayam pedaging sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, dengan menggunakan sistem pengatur suhu, pemberi pakan dan minum yang automatis, kita dapat membuat kondisi kandang ayam sesuai dengan kondisi ideal. Dengan menggunakan sistem IoT (Internet of Things) kita dapat memonitoring keadaan kandang jika sewaktu-waktu keadaan kandang sudah tidak dapat dikontrol atau melebihi keadaan normal maka user yang memonitoring dapat mengkontrol lebih lanjut. Pada sistem sensor alat penelitian kali ini akan terdiri dari tiga bagian sensor, saya ditugaskan pada bagian sensor suhu.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=81


40 ABS-82 Fisika Instrumentasi

Sistem Pencacah Kendaraan Berbasis Internet of Things (IoT)
Harianto Wibowo1,a), Azka Zakiyyatuddin1,b), Deni Kartika1,c), Maria Evita1,d) dan M. Djamal1,e)

1Laboratorium Elektronika,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) hariantowb[at]gmail.com
b) azkazakiyyatuddin[at]s.itb.ac.id
c) kartika.deni[at]gmail.com
d) maria[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Pada penelitian ini telah dirancang sistem pencacah kendaraan menggunakan empat sensor ultrasonik HC SR04 dan satu mikrokontroler NodeMCU ESP 8266. Sistem pencacah ini dapat menghitung jumlah kendaraan dan mengklasifikasikan ke dalam dua jenis kendaraan, yaitu mobil dan bus/truk. Kendaraan diklasifikasikan berdasarkan ketinggian. Sensor ultrasonik diletakkan dengan ketinggian 4 m dari dasar jalan dan setiap sensor ultrasonik diberi jarak 1 m-1,4 m. Data hasil pengukuran diolah oleh mikrokontroler dan dikirim ke smartphone pengguna, sehingga data dapat diakses secara real time. Sistem diuji dalam skala lab dan data langsung dari lapangan. Keunggulan sistem ini adalah data yang dihasilkan tidak terlalu besar dan instalasi alat yang tidak terlalu rumit.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=82


41 ABS-83 Fisika Instrumentasi

Sistem Image Processing Pendeteksi Koordinat Pola Perpindahan Partikel Granular Dengan Laser Dan Sensor LDR
Khayima Arnisti, Erlina, Putri M.W, Sparisoma Viridi

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Abstrak
Pada penelitian ini, telah dirancang sistem pendeteksi posisi perpindahan gerak granular setiap pemberian frekuensi tertentu melalui sistem image processing. Pada sistem Image Processing sistem sensor dilakukan oleh komponen laser dan sensor LDR (Light Dependent Resistor).Prinsip kerja dari sensor tersebut, apabla sensor mendeteksi granular maka resistansi sensor akan membesar. Melalui Arduino UNO sinyal kemudian diproses menjadi 2 macam output:LED dan koordinat posisi granular.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=83


42 ABS-84 Fisika Instrumentasi

Pemanfaatan Pemantauan Visual dalam Peternakan Jarak Jauh Berbasis Internet of Things (IoT)

1Laboratorium Fisika Teoretik (Afiliasi Penulis Pertama),
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2Laboratorium Fisika Bumi (Afiliasi Penulis Kedua),
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

3Laboratorium Fisika Nuklir (Afiliasi Penulis Ketiga),
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) mujtahid.saya[at]gmail.com
b) farish.astrof[at]gmail.com
c) bilalelbari[at]s.itb.ac.id
d) maria[at]fi.itb.ac.id
e) mitra[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Peternakan merupakan satu bidang yang sangat banyak dijadikan profesi baik utama maupun sampingan. Dengan berkembangnya teknologi IoT (Internet of Things), peternak dapat melakukan pemantauan dari jarak yang jauh. Hal ini memudahkan peternak dalam pengawasan beternak dan mengetahui kondisi secara real time. Ada beberapa manfaat dalam melakukan pemantauan secara visual dari jarak yang jauh antara lain menambah Efisiensi dan efektivitas dalam beternak. dengan bertambahnya efisiensi dan efektivitas dalam beternak, harapannya masyarakat indoneia dapat memenuhi maupun mengekspor komoditas ini.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=84


43 ABS-85 Fisika Instrumentasi

Pengukuran Tingkat Daya Bunyi di Hemi-anechoic Chamber BBTA3-BPPT
Malinda Sabrina dan Khoerul Anwar

BPPT


Abstract

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=85


44 ABS-87 Fisika Instrumentasi

INTELLIGENT GREENHOUSE IN WATERING SYSTEM USING ARDUINO UNO INTERGRATED WITH NODE MCU FOR IOT SYSTEM
Rachman Shaf1,a), Hamidan Irham2,b), Richard Cahyadi3,c) Ardhi Rofi4,d), Mitra Djamal5,e), Maria Evita6,f)

Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=87


45 ABS-90 Fisika Instrumentasi

pengujian gaya lorentz dengan variasi parameter fisis pada eksperimen kereta listrik
habibi Abdillah, Indah Rosidah Maemunah, Rahmat Karim, Suprijadi

ITB


Abstract

Hans Christian Oesterd (1820) menyadari bahwa arus listrik memiliki medan magnet disekitarnya. Hal tersebut merupakan cikal bakal berkembangnya keilmuan electromagnet. Medan magnet pada penghantar yang dilalui oleh arus DC dapat menghasilkan gaya yang dikenal sebagai gaya Lorentz. Keterkaitan parameter-parameter fisis dalam perumusan gaya Lorentz akan diuji coba dengan melakukan berbagai variasi kondisi, baik dari perbedaan kuat medan magnet yang digunakan, jumlah lilitan kawat pada lintasan, dan arus yang mengalir pada lintasan. Percobaan ini berguna untuk menguji secara eksak kebenaran dari perumusan gaya tersebut dengan menguji hubungan antar variabel-variabel yang berlaku. Menggunakan kaidah tangan kanan adalah metode dalam mengamati fenomena induksi magnet dan gaya Lorentz. Kaidah ini menetapkan arah arus dan gaya, yang mana ketika arus mengalir ke kiri menyebabkan gaya akan berarah ke atas, dan begitu sebaliknya.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=90


46 ABS-93 Fisika Instrumentasi

INTELLIGENT GREENHOUSE SYSTEM USING ARDUINO UNO INTERGRATED WITH NODE MCU FOR IOT SYSTEM
Richard Cahyadi, Hamidan Irham, Rachman Shaf dan Ardhi Rofi

Bandung Institute of Technology


Abstract

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=93


47 ABS-1 Fisika Komputasi

Studi Komputasi Density Functional Theory dalam Kajian Pengaruh Exchange Cation pada Proses Penyerapan Logam Berat oleh Montmorillonite
Triati Dewi Kencana Wungu (a*), Suprijadi (b)

a) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132 Indonesia
*triati[at]fi.itb.ac.id
b) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132 Indonesia


Abstract

Pengaruh exchange cation, dalam hal ini adalah kalsium (Ca), pada proses penyerapan logam berat (Cd) oleh material lempung berbasis montmorillonite telah dilakukan dengan menggunakan metode density functional theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadirnya Ca menghambat prose penyerapan Cd pada permukaan montmorillonite. Hal ini dapat dilihat dari energi adsorpsi Cd pada Ca-montmorillonte lebih rendah dibanding dengan tanpa Ca.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=1


48 ABS-29 Fisika Komputasi

Metode Hartree-Fock dalam Javascript
Ivan Muhammad Siegfried1), Helen Raflis2), Reny1), Saudiah Mawaddah1), Sparisoma Viridi3)

1) Program Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2) Program Doktor Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132

3) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Metode Hartree-Fock merupakan salah metode numerik untuk mencari fungsi gelombang dan energi untuk sistem banyak partikel. Metode ini menggunakan prinsip pendekatan medan sentral dan metode variasi yang dapat diterapkan pada atom kompleks dengan jumlah partikel lebih dari dua. Pada penelitian ini, fungsi gelombang dihitung menggunakan kode program Javascript yang akan memperoleh kerapatan elektron, suku potensial hatree dan fock, potensial interaksi dan energi total pada keadaan dasar (ground state). Metode hartree fock diterapkan dengan delapan suku ekspansi tipe Slater Type Orbital (STO) dan persamaan Self-Consistent Field (SCF) untuk solusi eigen. Dari perhitungan akan diketahui fungsi gelombang dan energi dari suatu system N-partikel. Hasil perhitungan akan dibandingkan dengan hasil perhitungan dengan analitik dan pendekatan numerik lain.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=29


49 ABS-57 Fisika Komputasi

Pemodelan Pengaruh Fluida pada Sirip Ikan Hiu dengan COMSOL Multiphysics
Joshua Dwi Prasetyo (a*), Rifqi Alfi Muhani (a**), Ikhwan Rizqy Nurzaman (a***)

a) Physics Department, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*artjo26[at]gmail.com
**alfi.rifqi[at]gmail.com
***ikhwanrnurzaman[at]gmail.com


Abstract

Hiu merupakan suatu hewan yang memiliki bentuk yang unik sehingga memungkinkan hiu bergerak dan bermanuver dengan kecepatan yang tinggi. Pemodelan fluida dengan menggunakan persamaan Navier-Stokes pada hiu dilakukan pada sirip samping dan sirip belakang hiu. Pemodelan ini dilakukan dengan beberapa variasi kecepatan, sehingga dapat dilihat bagaimana sirip tersebut bekerja pada fluida dengan kecepatan yang berbeda-beda. Pemodelan ini dilakukan dengan menggunakan COMSOL Multiphysics. Keluaran yang diharapakan dengan paper ini adalah dapat dibentuknya suatu struktur material pada kendaraan air yang mengikuti bentuk ikan hiu sehingga dapat bergerak dan bermanuver dengan baik pada setiap kecepatan, baik tinggi maupun rendah.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=57


50 ABS-59 Fisika Komputasi

Pengolahan Data Berbasis JavaScript Dari pengukuran Kelembaban Tanah Menggunakan Sensor Soil Moisture YL 69
Ahmad Zatnika Purwalaksana, Kisna Pertiwi

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Telah dilakukan pengolahan data pengukuran kelembaban tanah menggunakan JavaScript. Pengukuran kelembaban tanah dilakukan menggunakan arduino dengan sensor Sensor Soil Moisture YL 69 serta data logger shield untuk menyimpaan data ke SD card. Pengukuran kelembaban tanah harus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga data yang diperoleh cukup banyak. JavaScript memiliki kemampuan untuk mengolah data dalam jumlah yang cukup banyak untuk menyimpan ke dalam database dan membuat grafik secara real time dari database tersebut. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan JavaScipt untuk mengolah data pengukuran kelembaban tanah yang telah tersimpan di dalam SD card. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi untuk menampilkan grafik pengukuran kelembaban tanah secara real time yang dapat digunakan di smartphone atau komputer.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=59


51 ABS-68 Fisika Komputasi

Simulasi Perambatan Gelombang Elektromagnetik Dua Dimensi pada Silinder Dielektrik
Ginanjar Syahfia 1,a), Suprijadi 1,b)

1)Laboratorium Komputasi Lanjut,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) ginanjar_syahfia[at]students.itb.ac.id
b) suprijadi[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Perambatan gelombang elektromagnetik merupakan salah satu fenomena fisika yang cukup menarik untuk diamati, dikarenakan kebergantungannya pada jenis dan geometri material yang dilaluinya. Pada penelitian ini, kami membuat pemodelan perambatan gelombang elektromagnetik dua dimensi pada material berbentuk silinder menggunakan simulasi komputer. Simulasi dibuat menggunakan metode Finite Difference Time Domain dan Perfectly Matched Layer. Terdapat tiga jenis material yang dimodelkan, yaitu Boron Nitrida, Silikon Nitrida, dan Cordierite. Parameter yang diamati adalah besar simpangan medan listrik pada pusat silinder. Hasil simulasi menunjukkan respon yang berbeda untuk setiap material. Pelemahan maksimum medan listrik untuk ketiga material berturut - turut sebesar 45,95%, 62,26%, dan 57,63%.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=68


52 ABS-71 Fisika Magnetik dan Fotonik

Uji Coba Simulasi Peluruhan Energi untuk Mengetahui Karakteristik Stopping Time pada Sistem Dinamika Granular Satu Dimensi dengan Variasi Ukuran Massa Partikel
Erlina, Khayima Arnisti, Putri Mustika, Sparisoma Viridi

ITB


Abstract

Uji Coba Simulasi Peluruhan Energi untuk Mengetahui Karakteristik Stopping Time pada Sistem Dinamika Granular Satu Dimensi dengan Variasi Ukuran Massa Partikel

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=71


53 ABS-88 Fisika Magnetik dan Fotonik

Pengaruh Penambahan Gold Nanoparticles (AuNPs) terhadap Perubahan Sifat Optik dan Struktur Kimia PEDOT:PSS sebagai Hole Transport Layer (HTL) untuk Aplikasi Hybrid Solar Cell
Eka Susanti, Priastuti Wulandari*)

Laboratorium Magnetik dan Fotonik,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

*) Wulan[at]fi.itb.ac.id (corresponding author)


Abstract

Telah dilakukan investigasi terhadap pengaruh penambahan Gold nanoparticles (AuNPs) ke dalam polimer PEDOT:PSS sebagai Hole Transport Layer (HTL) untuk aplikasi hybrid solar cell. Efek plasmon yang ditimbulkan oleh Gold nanoparticles (AuNPs) ternyata cukup kuat untuk meningkatkan daya absorbansi polimer PEDOT:PSS. Hal ini dapat diketahui dari hasil karakterisasi Uv-Vis dimana PEDOT:PSS yang ditambahkan Gold nanoparticles (AuNPs) dengan beberapa variasi konsentrasi menunjukkan daya absorbansi yang lebih tinggi dibandingkan PEDOT:PSS tanpa nanopartikel. Diselidiki lebih dalam, ternyata efek Gold nanoparticles (AuNPs) juga dapat menyebabkan perubahan struktur kimia PEDOT:PSS yang dikonfirmasi dari hasil karakterisasi FTIR. Terdapat perubahan intensitas puncak pada beberapa bilangan gelombang karena adanya ikatan antara citrates yang mendoping gold nanoparticles dengan PEDOT:PSS. Adanya peningkatan daya absorbansi PEDOT:PSS ini merupakan salah satu perubahan sifat optik yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi sel surya.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=88


54 ABS-3 Fisika Material Elektronik

Perbandingan Sifat Optik Karbon Dot (C-Dots) Dari Dun Mangga Kering dan Basah
Arini Qurrata Ayun, Isnaeni, Nurul Mutmainnah Ramlan, Radha Hartina Putri

Universitas Hasanuddin


Abstract

Karbon dot (C-dots) merupakan nanopartikel karbon dengan sifat berpendar dan dapat disintesis dari berbagai sumber karbon. Tantangan sintesis C-Dots adalah memanfaatkan sumber daya alam sebagai bahan bakunya. Dalam penelitian ini, sintesis C-Dots dari daun mangga kering dan daun mangga segar telah berhasil dilakukan. C-Dots yang dihasilkan dari kedua bahan ini berbentuk koloid. Sintesis C-Dots dengan metode buttom up dengan cara radiasi microwave selama 30 menit. Sifat fisis warna C-Dots daun mangga kering menunjukkan warna cokelat gelap, sedangkan sifat fisis warna C-Dots daun mangga segar menunjukkan warna kuning terang. C-Dots daun mangga kering memiliki spektrum absorbansi cahaya pada panjang gelombang 276-441 nm dengan intensitas tertinggi terukur pada panjang gelombang 302 nm. Sedangkan, untuk C-Dots daun mangga segar memiliki spektrum absorbansi cahaya pada panjang gelombang 347-563 nm dengan intensitas tertinggi terukur pada panjang gelombang 433 nm. Spektrum emisi C-Dots juga memperlihatkan perbedaan antara C-Dots dari daun mangga segar dan daun mangga kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C-Dots dari daun mangga kering lebih baik dan dapat diaplikasikan lebih lanjut.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=3


55 ABS-66 Fisika Material Elektronik

BIOBATERAI LIMBAH KULIT DURIAN (DURIO ZIBETHINUS) SEBAGAI SOLUSI ATASI KRISIS ENERGI
Khairiah

Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Nusantara Alwashliyah Medan
Jjl Garu II b SM Raja Medan


Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang elektrolit baterai kulit durian (Durio zibethinus) sebagai solusi atasi krisis energi berbasis teknologi ramah lingkungan. Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik adalah dengan adanya elektrolit. Elektrolit merupakan suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Alam sendiri telah menunjukkan elektrolit sayuran maupun buah-buahan kepada kita. Salah satunya adalah limbah kulit durian yang sudah berguna lagi dapat dimanfaatkan sebagai biobaterai karena mengandung mineral-mineral zat Kalium, Natrium, Mangan, Asam Folat tinggi yang bisa digunakan untuk mengalirkan ion positif dan negatif. Kandungan zat inilah yang kemudian menciptakan aliran listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dan eksperimen. Hasil yang diperoleh dari pengukuran tegangan dan arus bio-baterai ditabelkan dan dianalisa, kemudian dibuat grafik tegangan dan arus pada bio-baterai dibuat dengan menggunakan Microsoft Excel 2010.


PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=66


56 ABS-73 Fisika Material Elektronik

Arus Terpolarisasi Elektron Bergantung Spin pada Spin-FET
Tisa I. Ariani (a), Hantika Mardianti, Fatimah A. Noor, Khairurrijal, Yudi Darma

Kelompok Keilmuan Fisika Material Elektronik, Program Studi Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) tistiqomahariani[at]gmail.com


Abstract

Pada paper ini dilakukan perhitungan untuk mendapatkan arus elektron terpolarisasi spin pada spin-FET. Divais dimodelkan sebagai sumur kuantum trapezoid dengan struktur Fe-AlAs-Fe. Polarisasi spin pada bahan terjadi akibat efek inversion asymmetry. Perhitungan dilakukan dengan terlebih dahulu mencari nilai transmitansi dan polarisasi bergantung spin dengan menggunakan metode matriks transfer, kemudian nilai arus dihitung dengan menggunakan metode Gauss-Laguerre. Nilai arus untuk keadaan spin up lebih besar daripada keadaan spin down. Semakin tinggi temperatur dan semakin sempit lebar penghalang, semakin naik nilai arus. Namun, semakin besar sudut datang elektron, semakin rendah nilai arus.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=73


57 ABS-5 Fisika Nuklir

Analisis Pengaruh Beda Ketinggian Pada Interaksi Air-Minyak dan Air-Air Menggunakan Metoda Moving Particle Semi-Implicit (MPS)
Anni Nuril Hidayati(1), Asril Pramutadi(2), Abdul Waris(2), Yacobus Yulianto(1), Muhammad Ilham (2)

(1) Program Studi Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia

(2) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia


Abstract

Telah dilakukan simulasi mengenai interaksi air yang dijatuhkan pada ketingian tertentu dari fluida minyak menggunakan metoda Moving Particle Semi-Implicit atau MPS. MPS merupakan metoda komputasi tanpa grid (grid-less method) dan berorientasi pada gerak partikel penyusun sistem. Metoda MPS digunakan sebagai hasil simulasi yang akan divalidasi dengan eksperimen. Sistem yang disimulasikan berupa aliran air dari ketinggian 10 cm, 20 cm dan 30 cm dari permukaan minyak yang berada pada suatu wadah berdimensi 15 cm x 4 cm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa air akan mendesak minyak saat mencapai permukaan atas minyak serta tidak terjadi pencampuran homogen antara air dan minyak. Aspek Fisis yang akan ditinjau berupa tekanan awal partikel air saat dijatuhkan dari wadah, tekanan antar muka fluida saat pertama kali bersentuhan dan saat air telah mendesak semua partikel minyak keluar dari wadah.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=5


58 ABS-6 Fisika Nuklir

Analisis Sifat Stratifikasi Cairan Immiscible Dengan Menggunakan Metode Moving Particle Semi-Implicit (MPS)
Yacobus Yulianto(1), Muhammad Ilham(1) dan Asril Pramutadi (2)

(1) Program Studi Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia

(2) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia


Abstract

Simulasi model kecelakaan reaktor nuklir, khususnya pelelehan reaktor, dapat dimodelkan dengan menggunakan simulasi sederhana. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memodelkan kasus pelelehan reaktor adalah metode Moving Particle Semi-Implicit (MPS). Dalam penelitian ini, dilakukan pengamatan terhadap proses stratifikasi cairan immiscible melalui simulasi dan diverifikasi melalui eksperimen. Hasil simulasi yang diperoleh menunjukkan bahwa kerapatan cairan berpengaruh signifikan terhadap proses stratifikasi. Selain itu, viskositas kinematika cairan juga berpengaruh pada laju penetrasi cairan dalam membentuk stratifikasi.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=6


59 ABS-7 Fisika Nuklir

STUDI SIMULASI, EKSPERIMENTAL DAN ANALISIS DAMPAK PERCIKAN AIR JATUH PADA PERMUKAAN PADAT MENGGUNAKAN METODE MOVING PARTICLE SEMI-IMPLICIT (MPS)
Muhammad Ilham (1), Asril Pramutadi(2) dan Yacobus Yulianto(1)

(1)Program Studi Magister Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia

(2)Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Departemen Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132, Indonesia


Abstract

Gerakan air jatuh dan percikan air merupakan fenomena yang selalu kita dapati di kehidupan sehari-hari. Fenomena ini dapat diaplikasikan hingga pada kasus reaktor nuklir. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bentuk pergerakan air jatuh dan percikannya pada permukaan padat, yang disimulasikan dengan program code MPS berbasis bahasa C. Dilakukan beberapa variasi parameter, yakni jarak sumber air dan permukaan, serta lebar celah sumber air. Variasi ini dilakukan untuk melihat hubungan antara parameter dan gerak jatuh air dan percikannya. Adapun pada simulasi ini, di verifikasi benar tidak nya dengan melakukan eksperimen menggunakan alat sederhana. Didapat hasil pada MPS mendekati keadaan nyata eksperimen.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=7


60 ABS-13 Fisika Nuklir

Perhitungan Energi Ground State Atom Berilium dengan Menggunakan Metode Variasional
Y. Yulianto (1,a), R. Ramdani (2,b), M. S. Abidin (3,c), dan Zaki Suud (1,d)

1) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2) Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung,
Jl. A. H. Nasution No. 105, Bandung, Indonesia, 40164

3) Program Studi Teknik Elektromedik, STIKES Mandala Waluya Kendari,
Jl. Jend. A.H. Nasution No. G-37, Kendari, Indonesia, 93231

a) yacyulianto[at]gmail.com
b) ridwan[at]fst.uinsgd.ac.id
c) sainalxp2[at]gmail.com
d) zakisuud[at]gmail.com


Abstract

Dalam makalah ini, rumusan energi ground state atom Berilium telah diturunkan dengan menggunakan metode variasional. Proses perhitungan pun telah dilakukan dengan menggunakan program Matlab. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode variasional 1 parameter variasi, diperoleh nilai energi sebesar -386,662 eV (3,12 % dari energi referensi). Dengan menggunakan metode variasional 2 parameter variasi, diperoleh nilai energi sebesar -398,614 eV (0,12% dari energi referensi). Dari hasil tersebut terlihat bahwa nilai energi ground state yang diperoleh dengan menggunakan metode variasional cukup mendekati nilai energi referensi.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=13


61 ABS-14 Fisika Nuklir

Studi Mengenai Pengaruh Enrichment terhadap Aspek Neutronik pada High Temperature Gas Reactor (HTGR) dengan Daya 50 MWt Berbahan Bakar UO2 dan ThO2
Ayu Lia Pratama, Dwi Irwanto

Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika
Program Studi Fisika
Institut Teknologi Bandung


Abstract

High Temperature Gas Reactor (HTGR) merupakan reaktor generasi IV yang merupakan reaktor berpendingin gas Helium dan memiliki temperatur operasional yang tinggi. Temperatur yang tinggi ini selain dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, dapat juga digunakan untuk memproduksi hidrogren, memurnikan air laut, memperkaya batu bara, dan berbagai proses indrustri lainnya. Pada penilitian ini dilakukan perhitungan dengan variasi enrichment bahan bakar 1% hingga 20%. Penelitian ini menggunakan metode deterministic untuk menyelesaikan persamaan difusi yang diaplikasikan pada software SRAC 2006 yang dikembangkan oleh Japan Atomic Energy Agency (JAEA) dengan basis data nuklir yang digunakan adalah JENDL4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh enrichment terhadap aspek neutronik pada HTGR yang berbahan bakar UO2 dan ThO2 dengan daya 50 MWt. Parameter-parameter neutronik yang ditinjau pada penelitian ini diantaranya adalah k-inf, conversion ratio (CR), burn-up, pola perubahan densitas material fisil dan fertil, dan spektrum neutron. Kemudian dilakukan juga perbandingan karakteristik neutronik untuk bahan bakar UO2 dan ThO2.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=14


62 ABS-41 Fisika Nuklir

Studi Perbandingan Ukuran Reflektor pada Reaktor Cepat Berpendingin Pb208-Bi dengan Skema MCANDLE
Nina Widiawati1,a), Zaki Suud1,b), Dwi Irwanto1,c) dan Asril Pramutadi Andi Mustari1,d)

1Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) ninawidiawati[at]gmail.com (corresponding author)
b) szaki[at]fi.itb.ac.id
c) dirwanto[at]fi.itb.ac.id
d)pramutadi[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Studi perbandingan ukuran reflektor dalam reaktor cepat berpendingin timbal dengan skema MCANDLE telah dilakukan. Reaktor cepat berpendingin berpendingin (LFR) adalah salah satu rancangan reaktor generasi keempat. Reaktor ini dirancang dengan output daya termal 500 MWt. Skema burn-up Modifikasi yang dimodifikasi memungkinkan reaktor memiliki operasi umur panjang dengan hanya menyediakan uranium alami sebagai masukan siklus bahan bakar. Skema ini yang mengenalkan daerah diskrit, bahan bakar pada awalnya diletakkan di daerah 1, setelah satu siklus 10 tahun terbakar, bergeser ke wilayah 2 dan wilayah 1 diisi oleh bahan bakar uranium alami segar. Reaktor ini dirancang selama 100 tahun dengan 20 daerah disusun secara aksial dan radial. Reaktor didesain dengan variasi ukuran reflektor yaitu 50 cm, 60 cm dan 70 cm. Perhitungan neutronik dilakukan dengan kode SRAC menggunakan perpustakaan data nuklir berdasarkan JENDL 4.0. Nilai faktor multiplikasi efektif masing-masing untuk setiap ukuran reflektor 50 cm, 60 cm dan 70 cm adalah 1, 062365; 1, 063184; 1,064139 pada awal operasi (Begin Of Life) dan 1,095358; 1,095427; 1,095446 pada akhir operasi (End Of Life). Berdasarkan hasil yang diperoleh reflektor sebagai komponen dasar reaktor cukup berpengaruh terhadap nilai faktor multiplikasi efektif (k-eff) suatu reaktor cepat. Semakin besar ukuran reflektor maka semakin besar nilai k-eff nya. Hal ini mengindikasikan semakin sedikit neutron yang bocor dari reaktor.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=41


63 ABS-18 Fisika Sistem Kompleks

ANALISIS PREDIKSI EKSERGI KIMIA PADA BIOMASSA PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN ANN DAN ANFIS
Juwita Maharani dan Acep Purqon

Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha No. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Evaluasi terhadap usaha maksimum yang dihasilkan oleh biomassa pertanian merupakan langkah paling penting yang diperlukan oleh berbagai sektor perusahaan yang tertarik pada renewable energy. Eksergi kimia pada berbagai jenis biomassa pertanian merupakan usaha maksimum yang dipengaruhi berbagai faktor. Artificial Neural Network (ANN) dan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) adalah metode yang sering digunakan untuk melakukan prediksi dengan kemampuannya untuk melakukan proses pembelajaran dari informasi yang ada. Dengan demikian, peneitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan akurasi dari kedua metode tersebut dalam memprediksi nilai eksergi kimia biomassa pertanian berdasarkan parameter-parameter yang mempengaruhinya. Pada metode ANN diimplementasi dengan tiga layer, sedangkan ANFIS diimplementasi dengan lima layer yang merupakan struktur standar ANFIS. Pada ANN dapat dilakukan perubahan jumlah node pada hidden layer agar dapat dihasilkan jaringan yang optimal. Sedangkan pada ANFIS digunakan model Takagi Sugeno Kang untuk memperoleh parameter premis dan konsekuen yang digunakan dalam proses pembelajaran. Pelatihan dilakukan pada 40, 35, dan 30 data latih. Sedangkan pengujian dilakukan denga menggunakan 10, 15, dan 20 data uji. Hasil yang akan diperoleh adalah tingkat akurasi hasil uji data dari masing-masing metode. Didapatkan bahwa ANFIS adalah metode yang paling baik dalam memprediksi nilai eksergi kimia biomassa pertanian dengan tingkat akurasi hingga 99.3129%.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=18


64 ABS-44 Fisika Sistem Kompleks

Keadaan Makro dan Mikro Jamaah Sholat dengan Fisika Statistik sebagai Konfigurasi Awal untuk Optimasi Shaff Sholat Berjamaah Menggunakan Agent Based Modeling
1. Jesy Sry Novita, 2. Sinta Nurhia Dewi, 3. Ardhi Rofi Mufdhila, 4. Fildah Ananda Amalia

1. Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

2Laboratorium Biofisika,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

3Laboratorium Sistem Kompleks
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

4Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika,
Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Pengetahuan harus dipelajari untuk dipraktekkan. Masjid di Indonesia masih mempunyai sejumlah kompleksitas permasalahan diantaranya terkait shaff sholat. Ada beberapa kendala yang sering ditemui di masjid-masjid kampus maupun lingkup masjid pada umumnya yaitu : terhalangnya jamaah di depan untuk keluar ketika ada shaff jamaah baru dibelakang, adanya jamaah yang melewati jamaah lain yang sedang sholat, adanya jamaah yang tidak peka dengan kondisi ruangan masjid seperti mengambil tempat sholat di dekat pintu keluar masjid. Permasalahan ini dapat dimodelkan dengan menggunakan pemodelan berbasis agen (Agent Based Modeling). Agent Based Modeling adalah model simulasi yang menggambarkan interaksi antar individu (agen) dalam sebuah sistem yang kompleks dan dinamis. Agent Based Modeling berupa model simulasi prediktif yang dalam hal ini memodelkan interaksi setiap agen (individu jamaah) dalam sistem jamaah shalat sesuai dengan perilaku masing-masing individu jamaah tersebut. Setiap shaff dalam sholat berjamaah dapat diumpamakan sebagai tingkatan-tingkatan energi yang menggambarkan keadaan makro dari sistem sholat berjamaah. Sedangkan pola susunan jamaah dalam satu shaff merupakan keadaan mikronya. Keadaan makro dan mikro dari jamaah sholat dengan fisika statistik, dijadikan sebagai konfigurasi awal dalam pemodelan. Dengan melakukan pemodelan berbasis agen ini,kita dapat menemukan pola aliran individu jamaah di dalam ruangan masjid yang optimal dan efektif, dengan tetap memperhatikan ilmu fiqh, agar suasana sholat yang nyaman dapat terkondisikan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=44


65 ABS-65 Fisika Sistem Kompleks

Analisis interaksi antar butiran pada proses segregasi granular campuran memanfaatkan fenomena efek kacang brazil
Wahyuni Andariwulan, Putri Mustika Widartiningsih, Sparisoma Viridi

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Salah satu pemanfaatan Efek Kacang Brazil (EKB) yang terkenal adalah pemisahan butiran atau segregasi pada campuran yang terdiri dari dua jenis karakteristik butiran. Perbedaan karakteristik tersebut dapat berupa perbedaan massa, massa jenis, ukuran, dan bentuk. Percobaan yang dilakukan oleh Stephan Ulrich, et al menggunakan dua jenis butiran yang berbeda ukuran \sim 1.7/1.0 menunjukkan bahwa saat diberi getaran luar, butiran yang diameternya lebih besar dapat bergerak ke atas saat melalui tengah-tengah wadah. Sedangkan di dekat dinding wadah, terjadi pergerakan butiran kecil menuju ke bawah. Eksperimen yang kami lakukan bertujuan untuk menganalisis interaksi antar butiran yang berbeda ukuran melalui penyusunan butiran pada kondisi awal. Telah dilakukan penyusunan kondisi awal sebelum sistem digetarkan arah vertikal. Pertama membentuk dua lapisan dengan butiran besar di bawah, yang kedua lapisan butiran besar-kecil-besar-kecil. Kedua kondisi ini diaplikasikan dalam arah vertikal dan horizontal sehingga totalnya menjadi empat jenis kondisi awal. Terlihat bahwa saat digetarkan, butiran kecil seolah-olah mengitari butiran besar terlebih dahulu sebelum kondensasi di dasar wadah.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=65


66 ABS-91 Fisika Sistem Kompleks

Menerapkan Gravity Model Untuk Menganalisa Aktivitas Dagang Indonesia
Florentin Anggraini Purnama, Aufa Numan Fadhilah Rudiawan, Ahmad Rizqita, Sparisoma Viridi

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Gravity model merupakan salah satu pendekatan dalam ilmu ekonomi untuk mengamati aktivitas dagang suatu negara. Pendekatan ini menganalogikan aktivitas dagang suatu negara dengan persamaan gravitasi dalam ilmu fisika yang digagas oleh Isaac Newton. Dalam penelitian ini, data aktivitas dagang Indonesia diambil dari bank data International Trade Center, International Monetary Fund, dan World Bank. Hasil yang diperoleh dapat menunjukkan aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi laju aktivitas dagang Indonesia dengan negara lain dan dapat menunjukan hubungan dagang yang berpotensi memberikan keuntungan atau yang justru yang tidak menguntungkan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=91


67 ABS-11 Fisika Teoretik

Prinsip Massa Berkurang pada Solusi Persamaan Gerak Ban Kendaraan Akibat Gesekan Lintasan
Mulyanto

Laboratorium Fisika Teoretik,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Dalam tulisan ini diperoleh solusi eksak dari gerak menggelinding benda dengan massa berkurang yang diaplikasikan pada gerak ban kendaraan bermotor. Gerak ban yang ditinjau berupa gerak diperlambat saat kendaraan mengalami pengereman hingga berhenti. Metode yang digunakan adalah dengan menyelesaikan persamaan diferensial non linear yang diperoleh dari persamaan Newton untuk gerak rotasi dengan massa yang bergantung waktu. Diperoleh, untuk variasi gaya pengereman konstan antara 0-50 N, waktu dari sejak gaya diberikan hingga benda berhenti relatif singkat sekitar 0.8 detik. Hasil ini diakibatkan asumsi yang digunakan dalam tulisan ini dimana gaya pada mesin kendaraan bermotor dianggap tidak mempengaruhi gerak dari benda saat terjadi pengereman.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=11


68 ABS-72 Fisika Teoretik

Partial Differential Equations and Qualitative Solutions of Biophysics Phenomena
Muhammad Ismail Yunus

Department of Physics, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
mi.yunus_92[at]yahoo.com


Abstract

In this paper, we will review few biophysics phenomena that can be described/must be described as a model of partial differential equations. In this paper, we will see how partial differential equations give us the more general view about what happening in the biophysics and introduce qualitative solutions for describing biophysics phenomena, such as stability and bifurcation. In this paper too, we will introduce few models of nonlinear partial differential equations and described how the models of nonlinear partial differential equations give us another physical insight that tell us what happens in the depth of biophysics phenomena. This paper will describe biophysics in much more mathematical sense

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=72


69 ABS-4 Pendidikan Fisika

Menentukan Nilai Momen Magnet dari Suatu Lilitan Kumparan Menggunakan Sensor Magnetometer pada Android
Stefanus Kurnia Wijaya, Fauziah A., Dadang Suhendra dan Ferry Iskandar

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Pada suatu kawat melingkar yang diberi medan magnet homogen pada suatu luasan tertentu akan menghasilkan suatu torsi magnetik. Torsi tersebut dihasilkan dari hasil cross product antara momen magnet terhadap medan magnet yang menembus suatu luasan tertentu. Adapun torsi yang dihasilkan dari peristiwa ini, menyebabkan terjadinya gerak periodik pada kumparan kawat. Pada percobaan ini digunakan sensor magnetometer pada android sebagai pengganti dari sensor magnet yang digunakan untuk menghitung periode osilasi dari lilitan. Diperoleh hasil secara teori dan eksperimen dimana masing-masing memiliki nilai selisih error antara 0,5-7%.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=4


70 ABS-8 Pendidikan Fisika

Pengembangan Media Video Tutorial Model Discovery Learning Materi Tekanan Hidrostatis
Saprudin, Ade Hi Haerullah, In Hi Abdullah, A Rasid Saraha, Fatma Hamid

Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara


Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan media video tutorial model discovery learning pada materi tekanan hidrostatis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pada artikel ini dipaparkan hasil uji kelayakan media video tutorial model discovery learning menurut ahli materi, ahli media pembelajaran, ahli pedagogik dan juga guru-guru fisika sebagai pengguna media. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan media menurut ahli materi fisika dikategorikan sangat baik (76,4%), menurut ahli media pembelajaran dikategorikan baik (71,8%), menurut ahli pedagogik dikategorikan baik (72,2%), menurut guru fisika terkait aspek desain media dan keterlaksanaan sintaks model discovery learning dikaterorikan sangat baik dengan besar persentase masing-masing sebesar 81,4% dan 83,5%. Berdasarkan hasil uji validasi disimpulkan bahwa media video tutorial model discovery learning yang dikembangkan telah layak untuk ditindaklanjuti pada uji coba secara terbatas.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=8


71 ABS-12 Pendidikan Fisika

Pembelajaran Fisika untuk Sekolah Inklusi
Chaerul Rochman1, Dindin Nasrudin2, Agus Sensus3, Sri Suharti4, Anih Kania5

1,2 Prodi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati, Jl. A.H. Nasution 105 Bandung,
Jawa Barat, Indonesia
3PKPLK Provinsi JABAR, Jl. Dr. Rajiman No.6, Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung,
Jawa Barat , Indonesia
4,5 SMA Negeri 1 Cileunyi, Jl. Pendidikan No.6, Cibiru Wetan, Cileunyi, Bandung,
Jawa Barat, Indonesia


Abstract

Visi baru pendidikan UNESCO yang tertuang dalam Sustainable Development Goal 4 (SDG4) adalah menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Sebagai negara peserta, Indonesia sudah mulai menerapkan visi tersebut melalui pembukaan beberapa sekolah inklusi. Kebijakan pembukaan sekolah inklusi mengharuskan adanya perubahan pendekatan pembelajaran di kelas, tak terkecuali fisika. Paper ini ingin menguraikan pendekatan pembelajaran fisika untuk sekolah inklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Melalui telaah studi literatur, analisis kurikulum, dan Forum Group Discussion (FGD) sesama peneliti, penelitian ini menghasilkan beberapa poin: 1) pentingnya asesmen yang komprehensif, terutama bagi sekolah yang baru untuk menemukan dan memetakan peserta didik dengan kebutuhan khusus (ABK). 2) Perlunya penyesuain pendekatan pembelajaran fisika untuk kelas inklusi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi. 3). Perlunya kerja sama guru kelas (guru fisika) dengan tutor atau Guru Pembimbing Khusus (GPK) dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada beberapa pendekatan dalam membelajarkan fisika di kelas inklusi dengan mempertimbangkan karakteristik ABK hasil asesmen.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=12


72 ABS-15 Pendidikan Fisika

Kemampuan Technological Pedagogical And Content Knowledge (TPACK) Guru Fisika SMA/MA
Masrifah, A Setiawan, P Sinaga and W Setiawan

Universitas Pendidikan Indonesia


Abstract

Pengembangan kompetensi guru abad 21 terkait dengan teknologi, pedagogi, dan konten pembelajaran, yang dikenal dengan Technological, Pedagogical, and Content Knowledge (TPACK) (Koehler & Mishra, 2008). Kerangka kerja TPACK sangat berguna untuk mengidentifikasi pengetahuan apa yang harus dimiliki guru untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan TPACK guru Fisika SMA/MA dengan responden berjumlah 30 orang guru Fisika SMA/MA dari beberapa sekolah di Maluku Utara. Kemampuan TPACK guru Fisika SMA/MA diidentifikasi menggunakan angket survey yang dikembangkan oleh Schmidt (2009) yang terdiri dari 7 komponen dalam bentuk skala likert. Instrumen juga dilengkapi dengan angket terbuka yang berbentuk esai untuk mendukung angket survey. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 komponen yang masih dalam kategori kurang, 1 komponen pada kategori cukup dan 2 komponen berada dalam kategori baik. Kemampuan TPACK guru masih terkendala pada komponen yang berkaitan dengan teknologi, sehingga mengindikasikan bahwa kemampuan guru dalam menggunakan dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran masih belum maksimal. Hal itu disebabkan minimnya kemampuan guru dalam menggunakan teknologi dan keterbatasan sarana prasarana sekolah.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=15


73 ABS-17 Pendidikan Fisika

Keterampilan Membaca Teks Sains pada Mahasiswa Calon Guru Fisika
Wahyuni Handayani (a,b), Parlindungan Sinaga (a)

(a)Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Sekolah Pascasarjana, Universitas
Pendidikan Indonesia
(b)Program Studi Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Abstract

Telah dilakukan studi terhadap mahasiswa calon guru fisika untuk mengetahui keterampilan membaca teks sains. Uji keterampilan membaca meliputi keterampilan membaca tingkat literal dan inferensial. Untuk menguji keterampilan membaca tingkat literal mahasiswa diminta membaca sebuah wacana yang tersedia di dalam lembar tes kemudian menjawab soal-soal berbentuk pilihan ganda sedangkan untuk menguji keterampilan membaca tingkat inferensial soal-soal berbentuk benar-salah-tak teridentifikasi. Hasil studi memperlihatkan bahwa keterampilan membaca pada tingkat literal dan inferensial masih rendah. Keterampilan membaca umumnya diajarkan di kelas bahasa, namun berdasarkan observasi terhadap Rencana Program Semester pada mata kuliah Bahasa Inggris maupun Bahasa Indonesia, tidak ditemukan adanya kegiatan pembelajaran yang secara khusus mengajarkan keterampilan membaca teks fisika. Demikian pula mata kuliah konten fisika cenderung menekankan aspek pemecahan masalah dan matematis. Hasil studi dapat digunakan sebagai referensi untuk merancang strategi pembelajaran keterampilan membaca teks fisika yang merupakan salah satu aspek keterampilan komunikasi sains.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=17


74 ABS-21 Pendidikan Fisika

Penentuan Massa Beban Terangkat dengan Prinsip Pascal pada Kit Percobaan Fluida
Pipit Yuanastia Heriyanti, Neny Kurniasih

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Penggunaan media pembelajaran memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kajian ini dilakukan untuk membuat media pembelajaran pada konsep fluida yang digunakan oleh siswa di sekolah. Kit percobaan fluida didesain untuk mengaplikasikan prinsip Pascal, terbuat dari pyrex glass yang dapat dibongkar pasang untuk kepentingan percobaan lainnya. Percobaan dilakukan dengan menyusun alat yang terdiri dari tabung gelas dengan diameter berbada, dua buah piston yang sesuai dengan diameter tabung, minyak, serta berbagai ukuran beban. Hasil percobaan penggunaan alat menunjukan nilai yang mendekati nilai teoretik.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=21


75 ABS-23 Pendidikan Fisika

Pengembangan Video Pembelajaran Flipped Classroom Pada Materi Dinamika Rotasi Berbasis STEM
Septian Ulan Dini(*), Nengah Maharta, Wayan Suana

Program Studi Pendidikan Fisika,
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro no. 1 Bandarlampung, Indonesia, 35145
*septianulandini[at]gmail.com


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bangaimana karakteristik dan kelayakan produk hasil pengembangan berupa video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development). Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Bandarlampung. Model pengembangan penelitian ini mengacu pada prosedur Borg & Gall yang disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov. Data uji kelayakan media video dikumpulkan melalui teknik non tes dengan instrumen angket yang ditujukan untuk ahli materi fisika, ahli media pembelajaran dan siswa. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pengembangan ini berupa: 1) dihasilkannya video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM yang memiliki karakteristik dan struktur sesuai ciri-ciri STEM seperti Science and Engineering Practice, Mathematical Practice dan Technology Practice yang terintegrasi dalam siklus Problem Based Learning yaitu video sebagai penampil masalah dan pemicu siswa memecahkan masalah, video sebagai sumber informasi dan video sebagai media penjelasan dan penyelesaian masalah, 2) video pembelajaran yang telah tervalidasi oleh ahli materi dengan kategori layak (81,25%) dan ahli media dengan kategori layak (100%), maka video pembelajaran ini dinyatakan layak untuk diujikan ke lapangan. Uji coba lapangan skala kecil hasilnya adalah 83,3%, yang menyatakan video pembelajaran flipped classroom pada materi dinamika rotasi berbasis STEM sangat layak untuk digunakan pada skala yang lebih luas.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=23


76 ABS-24 Pendidikan Fisika

Analisis Pola Difraksi Fraunhofer Celah Tunggal Persegi Berbasis Citra Menggunakan Software Image-J
Yuri Yogaswara1,a), Fourier Dzar Eljabbar Latief2,b)

1SMA Negeri 3 Bintan,
Dinas Pendidikan Provinsi Kepualau Riau
Jl. Tok Sadek No.3 Tembeling, Teluk Bintan, Kab. Bintan, Provinsi Kepualau Riau, Indonesia 29132

2Laboratorium Fisika Bumi
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132


a) yogaswarayuri[at]gmail.com
b) fourier[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Telah dilakukan penelitian difraksi fraunhofer celah tunggal persegi melalui eksperimen. Pengambilan data jarak pola difrkasi dilakukan seperti percobaan difraksi biasa secara manual dengan menggunakan kertas milimeter blok dan data intensitas-jarak pola terang gelap terhadap terang pusat yang terjadi pada layar dilakukan dengan pengambilan citra pola difraksi yang terbentuk pada layar dengan menggunakan kamera ditigal. Pengolahan data dilakukan secara analitik dan komputasi menggunakan program Matlab. Analisis citra pola difraksi dimaksudkan untuk memperoleh data intensitas cahaya terhadap jarak pola terang gelap dalam grafik I-y menggunakan software Image-J. Pemrosesan yang dilakukan diantaranya akusisi citra, ditigalisasi citra (digitalisasi spasial dan intensitas), plot grafik dan normalisasi (transformasi gray level, translasi geomteri, dan analisis puncak). Proses akusisi citra dan ditigalisasi citra dilakukan pada software Image-J sedangan plot grafik dan proses normalisasi dilakukan pada program matlab. Hasil penelitian terjadi perbedaan cukup besar nilai intensitas pada puncak pola terang dianalsis dari grafik I-y antara data hasil analitik dan hasil ekperimen proses citra digital dengan software Image-J dengan perbandingan rata-rata 1 : 37, sedangkan nilai jarak pola terang/gelap yang dihasilkan dari eksperimen hampir persis sama dengan nilai hasil analitik perbedaannya relatif sangat kecil, dengan angka pembulatan nilai perbandingannya 1 : 1. Dari ketiga metoda yaitu analitik menggunakan persamaan, analisis citra digital menggunakan software Imagej, dan analisis manual menggunakan milimeter blok yang digunakan dalam memperoleh data jarak pola yang terjadi metoda analsis citra digital lebih akurat dibandingkan dua metoda yang lain. Validasi menggunakan data jarak pola terang/gelap tersebut untuk menghitung lebar celah dan panjang gelombang sinar yang digunakan. Diperoleh lebar celah 8.020494x10-5 m dengan galat 0.26% dan panjang gelombang sinar 6.317223x10-7 m dengan galat 0.17%. Sedangkan data referensi untuk lebar celah 8.00000 x10-5 m dan panjang gelombang sinar yang digunakan 6.32800x10-7 m.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=24


77 ABS-27 Pendidikan Fisika

Studi Awal Penggunaan Sensor pada Smartphone dalam Menentukan Frekuensi dan Faktor Redaman Osilasi Pegas
Nur Afifah Zen, Ila Lailatun Sholihah, Dadang Suhendra dan Ferry Iskandar

Laboratorium Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung


Abstract

Osilasi sederhana seperti gerak pendulum dan osilasi pegas telah sangat umum dilakukan pada pratikum fisika dasar. Kami telah berhasil mengembangkan praktikum osilasi teredam pada pegas dengan memanfaatkan sensor magnet yang terdapat pada smartphone. Praktikum ini bertujuan untuk mengamati gerak osilasi secara langsung yang ditampilkan melalui grafik dan menentukan frekuensi disertai konstanta redaman. Perhitungan teori dilakukan menggunakan persamaan Lagrange kemudian dibandingkan dengan hasil praktikum. Pegas yang digunakan memiliki konstanta pegas sebesar 3 N/m2. Hasil percobaan menunjukkan bahwa nilai frekuensi pada grafik osilasi memiliki tingkat kesalahan relatif dibawah 10% terhadap perhitungan teori. Sedangkan frekuensi pada osilasi pegas menghasilkan tingkat kesalahan relatif sebesar 17,84 %. Hal tersebut dikarenakan gerakan pegas dipengaruhi oleh elastisitas pegas yang menghasilkan konstanta redaman sebesar 0,73.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=27


78 ABS-35 Pendidikan Fisika

Penentuan Tinggi Bangunan Menggunakan Konsep Gerak Jatuh Bebas dan Koefisien Restitusi Tumbukan untuk Menjelaskan Pembelajaran Mekanika
Elvida Safitry Zainuddin (a*), Dhia Hana Mufida (a), Triati Dewi Kencana Wungu (b), Suprijadi (c)

a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
*elvidasafitry[at]gmail.com
b) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132
c) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132


Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tinggi bangunan menggunakan konsep mekanika, yaitu gerak jatuh bebas dan koefisien restitusi tumbukan. Penelitian dilakukan di Gedung Laboratorium Teknologi 8 Institut Teknologi Bandung. Tinggi bangunan didapatkan dengan perhitungan waktu tempuh (t) dan tinggi pantulan bola (y) yang dijatuhkan dari gedung. Hasil tinggi bangunan sebesar 4,32 m dengan perhitungan konsep gerak jatuh bebas, 4,5 m dengan konsep restitusi tumbukan, dan 4,40 m dengan menggunakan video tracker. Energi mekanik bola sebelum tumbukan pada ketinggian 1,603 m adalah 1,850 Joule lebih besar dari energi mekanik sesudah tumbukan pada ketinggian 1,510 m yaitu 0,821 Joule. Jenis tumbukan yang terjadi adalah tumbukan lenting sebagian dengan mengabaikan hambatan udara.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=35


79 ABS-36 Pendidikan Fisika

Analisis Fenomena Efek Arus Eddy menggunakan Bantuan Sensor Magnet pada Smartphone
Juwansyah Sasmita, Hanifah Harudini, Dadang Suhendra, Ferry Iskandar a)

Laboratorium Fisika Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia


Abstract

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=36


80 ABS-37 Pendidikan Fisika

Penentuan Cepat Rambat dengan Variasi Massa Sumber Getar dan Pola Interferensi dengan Variasi Jarak Antar Celah dari Gelombang Air pada Tangki Riak
Dessy Amirudin (a), Estri Trimayanti (a*), Maya Rahma Zahara (a), Triati Dewi Kencana Wungu (b), Suprijadi (c)

a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
*estrieser53[at]gmail.com
b) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
c) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132


Abstract

Eksperimen ini dilakukan untuk menentukan cepat rambat gelombang air dengan memvariasikan massa sumber getar (m) dan mengamati pola interferensi gelombang air pada tangki riak dengan variasi jarak antar celah. Ukuran massa yang divariasikan adalah 4,2 gram, 5,7 gram, dan 23,0 gram sedangkan jarak antar celah (d) yang divariasikan yaitu 2 cm, 4 cm, dan 8 cm. Hasil yang diperoleh dari percobaan pertama berupa hubungan massa dengan cepat rambat gelombang. Nilai cepat rambat gelombang untuk massa sumber getar dengan m = 4,2 gram adalah 29,14 cm/s, sumber getar m = 5,7 gram adalah 30,67 cm/s, dan sumber getar m = 23,0 gram adalah 32,86 cm/s. Semakin besar massa sumber getar maka semakin besar nilai cepat rambat gelombangnya. Pada percobaan kedua diperoleh hubungan jarak antar celah dengan jarak rata-rata pola interferensi. Jarak pola maksimum yang berdekatan (y) dengan d = 2 cm adalah 5,5 cm, jarak antar celah d = 4 cm adalah 2,0 cm, dan jarak antar celah 8 cm adalah 1,0 cm. Semakin besar jarak antar celah maka semakin kecil jarak rata-rata pola interferensi maksimum yang berdekatan.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=37


81 ABS-39 Pendidikan Fisika

Analisis Karakteristik Gerak Harmonik Sederhana dan Perambatan Gelombang Stasioner untuk Pembelajaran Fisika
Dhia Hana Mufida (a*), Elvida Safitry Zainuddin (a), Triati Dewi Kencana Wungu (b), Suprijadi (c)

a) Program Studi Magister Pengajaran Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*dhiahanaaa[at]gmail.com
b) Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132
c) Kelompok Keilmuan Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No. 10 Bandung 40132


Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik gerak harmonik sederhana pada sistem pegas yang bermassa. Karakteristiknya meliputi posisi, percepatan, konstanta pegas, dan energi benda. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data melalui perekaman video yang kemudian dianalisis pada video tracker. Hasil analisis dipresentasikan dalam bentuk data dan grafik. Pada eksperimen gerak harmonik diperoleh karakteristik percepatan benda yang bergerak osilasi sebanding dengan posisi benda namun dengan arah yang berlawanan. Perhitungan konstanta pegas berdasarkan massa dan frekuensi benda. Grafik energi terhadap posisi menunjukkan bahwa energi mekanik sebanding dengan kuadrat amplitudo gerak benda. Kemudian untuk eksperimen perambatan gelombang stasioner diperoleh cepat rambat gelombang berdiri yang dipengaruhi tegangan tali. Hasil penelitian yang diperoleh dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran fisika pada materi Gelombang

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=39


82 ABS-45 Pendidikan Fisika

Studi Awal Pengukuran Laju Benda Menggunakan Sensor Magnet pada Smartphone
Hanifah Harudini Priambudi, Juwansyah Sasmita, Dadang Suhendra, Ferry Iskandar (a*)

a) Laboratorium Fisika Listrik dan Magnet,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132
*ferry[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Mekanika dasar seperti gerak benda merupakan salah satu bahan pengajaran dalam praktikum fisika di perguruan tinggi, namun praktikum yang digunakan belum bisa menyajikan data laju benda secara real time dengan menggunakan alat yang relatif murah. Oleh karena itu, kami mengembangkan metode untuk mengukur laju benda bermagnet dengan menggunakan sensor magnet pada smartphone. Dalam percobaan telah didapat persamaan yang menghubungkan laju benda bermagnet dengan medan magnet maksimum dan nilai FWHM (Full Width at Half Maximum) yang terukur oleh sensor magnet pada smartphone, yaitu y=589,2x^{3}-1256x^{2}-618,7x+2075 dan y=0.04403x^{-1.0719}+0,05233. Melalui percobaan gerak bandul sederhana ditunjukkan bahwa nilai laju benda bermagnet yang didapat melalui persamaan tersebut memiliki tingkat kesalahan relatif dibawah 10% terhadap perhitungan teori.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=45


83 ABS-49 Pendidikan Fisika

Analisis Disposisi Berpikir Kritis Fisika Siswa melalui Penerapan Model Asesmen Kinerja
E Emiliannur1,a), I Hamidah2, A Zainul3, and A R Wulan4

1Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia

2Departemen Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia

3Profesor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia

4Departemen Pendidikan Biologi, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Dr. Setiabudi No. 229, Bandung 40154, Indonesia

a)E-mail: emiliannur_sy[at]student.upi.edu


Abstract

Banyak penelitian belakangan ini mengkaji tentang keterampilan berpikir kritis, namun masih sedikit yang mengetahui tentang kecenderungan (disposisi) siswa untuk menggunakan keterampilan tersebut. Disposisi berpikir kritis merupakan satu bentuk kecenderungan seseorang untuk kritis dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan disposisi berpikir kritis Fisika siswa melalui penerapan model asesmen kinerja. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 68 siswa kelas XI IPA di salah satu Sekolah Menengah Atas di Sumatera Barat, Indonesia. Sampel kemudian dibagi menjadi kelas eksperimen kelompok 1 (32 orang) dan kelas eksperimen kelompok 2 (36 orang). Desain penelitian yang digunakan yaitu one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan melalui tes esai dan kuisioner DBK. Hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan disposisi berpikir kritis siswa dengan N-gain sebesar 0.55 pada kelas eksperimen kelompok 1, dan sebesar 0.32 pada kelas eksperimen kelompok 2.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=49


84 ABS-58 Pendidikan Fisika

EKSPERIMEN SEDERHANA PADA MATERI FLUIDA STATIS DAN DINAMIS
Maya Rahma Zahara, Asri Setyaningrum, Yana sari1, Yuri Yogaswara, Euis Sustini

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Eksperimen ini dilakukan untuk mengamati fenomena fluida statis dan dinamis pada sebuah bejana berhubungan yang memiliki empat tabung dengan bentuk dan diameter yang berbeda. Pada ekperimen fluida statis, pengamatan dilakukan dengan mengukur ketinggian air pada setiap tabung. Variasi dilakukan dengan menutup salah satu permukaan dan/atau beberapa tabung. Pada eksperimen fluida dinamis, pengamatan dilakukan dengan membuka salah satu/ beberapa keran dan melihat kelajuan penurunan fluida pada setiap tabung. Pengamatan menggunakaan rekaman video sehingga dapat dilakukan analisis lebih lanjut. Eksperimen ini dapat digunakan sebagai pembelajaran fluida bagi peserta didik pada tingkat SMP maupun SMA.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=58


85 ABS-60 Pendidikan Fisika

Analisis Koefisien Gesek Statik dan Kinetik Benda di Bidang Miring Menggunakan Video Tracker
Richardo Barry Astro1,a), Dessy Amirudin1,b), Dhia Hana Mufida1,c), Siti Humairo1,d), dan Sparisoma Viridi2,e)

1Program Studi Magister Pengajaran Fisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 401322

2Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) richardobarryastro[at]gmail.com
b) amirudin.dessy[at]gmail.com
c) dhiahanaaa[at]gmail.com
d) sitihumairo.z[at]gmail.com
e) dudung[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan koefisien gesek statik (\mu_{s}) dan kinetik (\mu_{k}) berbagai permukaan benda seperti kayu, kaca, dan aluminium. Penelitian dikaji melalui eksperimen gerak benda pada bidang miring. Sistem utama yang digunakan dalam eksperimen meliputi benda berbentuk balok dengan tiga jenis permukaan berbeda. Massa dan luas permukaan ketiga benda serta panjang bidang luncuran dibuat konstan, dengan sudut kemiringan bidang yang dapat diatur. Eksperimen untuk menentukan \mu_{s} dilakukan dengan mencari sudut kemiringan bidang ketika benda tepat akan bergerak. Sedangkan untuk menentukan \mu_{k} dengan cara mengamati luncuran benda dari puncak bidang miring yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk video. Selanjutnya dilakukan analisa menggunakan aplikasi video tracker untuk memperoleh grafik kecepatan benda terhadap waktu dengan berbagai variasi sudut. Hasilnya diperoleh bahwa \mu_{s} dan \mu_{k} pasangan balok kayu < kaca < aluminium.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=60


86 ABS-61 Pendidikan Fisika

DIAGNOSTIK MISKONSEPSI SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DI BANDUNG UNTUK TOPIK HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
Fauziatul Fitria, Dr. Novitrian S.Si.,M.Si.

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada siswa sejak mereka menempuh sekolah menengah. Bahkan siswa sudah mulai diperkenalkan tentang fenomena gejala alam sejak sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya sebagian besar siswa memiliki perspektif negatif tentang fisika. Hal ini karena mereka tidak dapat memperoleh nilai yang baik meskipun mereka telah melakukan berbagai usaha. Berbagai penelitian juga telah banyak dilakukan untuk menemukan metode belajar yang tepat untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Namun, hingga saat ini fisika masih menjadi salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kesulitan yang dialami oleh siswa, yaitu dengan mendiagnostik adanya miskonsepsi yang terjadi selama pembalajaran fisika berlangsung. Tes diagnostik yang diberikan yaitu berupa beberapa gambar benda/sistem dan siswa diminta untuk menggambarkan diagram gaya dari benda/sistem tersebut. Hasil diagram gaya yang digambarkan oleh siswa nantinya akan dianalisis untuk setiap masing-masing benda/sistem.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=61


87 ABS-69 Pendidikan Fisika

Countenance Stake Model in the Evaluation of Physics Curriculum Implementation
Etty Jaskarti

Prodi Pendidikan Teknik Mesin STKIP 11 April Sumedang


Abstract

The purpose of this evaluation was to assess the implementation of KTSP on the performance of SMA Physics teachers whom graduated from PPPPTK-IPA training periode July 2007, the evaluation was done at July to October 2011 in grade X teachers at SMAN 1 and SMAN 2 Bandung. Includes material: physical quantities, measurement, vector and motion. The use of the Countenance Stake Model was known for its descriptive matrix and judgment matrix as an instrument for organizing evaluation data, while the Contingency-Congruence term was used to analyze data.

Method : Evaluation of Countenance Stake model based on qualitative research with descriptive non experiment method. The curriculum evaluation methodology consists of five components; (1) curricular phenomenon, (2) collecting information data from the lesson preparation plan document, and observation (3) organizing data on the matrix framewok, (4) data analysis process , (5) decision-making.

Result: Observation Matrix Analysis was done by Empirical Contingency, depicting the diversity of teacher teaching pattern, Intended Matrix Analysis was done by Logical Contingency shows the reality of curriculum implementation.

Conclusion: Teacher teaching pattern was the quality of the curriculum implementation process, and the teaching material organization was the quality of curriculum implementation planning.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=69


88 ABS-74 Pendidikan Fisika

Faktor Koreksi Perhitungan Volume Zat Cair yang Tumpah dari Gelas Silinder Akibat Pemanasan
Regina Lichteria Panjaitan 1) dan Triyanta 2,3)

1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Kampus Sumedang, Universitas Pendidikan Indonesia,
Jl. Mayor Abdurrahman 211, Sumedang, Indonesia, 45322

2) Kelompok Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha 10 Bandung, Indonesia, 40132

3) SEAMEO Regional Centre for QITEP in Science, Jalan Diponegoro 12, Bandung, Indonesia, 40115


Abstract

Dalam pembelajaran pemuaian volume di sekolah menengah atas, lazim ditemui soal-soal perhitungan tentang volume zat cair yang tumpah dari suatu wadah gelas berbentuk silinder jika dipanaskan pada suhu tertentu. Kalkulasi yang biasa dilakukan untuk soal-soal seperti ini adalah dengan menghitung berapa besar volume akhir zat cair setelah pemanasan, kemudian dicari selisihnya dengan volume wadah gelas setelah pemanasan. Umumnya volume gelas setelah pemanasan yang digunakan dalam perhitungan adalah volume gelas yang berbentuk silinder padat/pejal (dengan bahan gelas di tengahnya, seakan-akan tidak berongga, umumnya tanpa ada penjelasan yang komprehensif tentang ini), sementara pada kenyataannya gelas yang digunakan adalah gelas berongga. Secara logis, terdapat perbedaan perhitungan perubahan volume gelas hasil pemuaian untuk gelas berbentuk silinder pejal dengan gelas berongga. Dalam artikel ini, dipaparkan pendekatan-pendekatan matematis yang dilakukan sehingga perhitungan volume zat cair yang tumpah dari gelas silinder berongga setelah dipanaskan dapat tetap dikalkulasi dengan cara menghitung selisih volume akhir zat cair dengan volume akhir silinder pejal (dengan bahan gelas di tengahnya).

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=74


89 ABS-86 Pendidikan Fisika

Persiapan Portal Data Spektrum dari Pengamatan di Observatorium Bosscha
Evaria Puspitaningrum1), Lucky Puspitarini2), Hakim L. Malasan2), Aprilia2), M. Ikbal Arifyanto2)

1)Program Pascasarjana, Program Studi Astronomi, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia
2)Program Studi Astronomi dan Observatorium Bosscha, FMIPA Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 40132 Indonesia


Abstract

Astronomi merupakan ilmu alam yang melibatkan pengamatan objek-objek langit. Berbeda dengan ilmu lainnya, objek astronomi tidak dapat atau sukar sekali di-uji coba di laboratorium, namun objek ini dipelajari melalui pengamatan. Tidak semua objek langit dapat diamati di suatu lokasi di Bumi, sehingga perlu adanya usaha untuk berbagi informasi. Untuk memberikan kemudahan akses data dan meningkatkan riset kolaboratif astronomi di Indonesia, maka dilakukan usaha pengumpulan data dari pengamatan di Observatorium Bosscha, pada khususnya yaitu data spektroskopi. Spektrum-spektrum yang dikumpulkan berasal dari pengamatan dengan Bosscha Compact Spectrograph (BCS) dan NEO R-1000. BCS merupakan instrumen spektrograf resolusi menengah (R~8000) dalam rentang panjang gelombang visual, sedangkan NEO R-1000 merupakan spektrograf dengan resolusi yang lebih rendah (R~1000). Saat ini, terdapat lebih dari 170 spektrum bintang telah dikumpulkan dan direduksi secara seksama. Pada paparan ini akan ditunjukkan contoh data dan persiapan portal data (web service) yang diharapkan menjadi cikal bakal virtual observatory Indonesia.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=86


90 ABS-92 Pendidikan Fisika

Perbandingan Ketelitian Nilai Percepatan Gravitasi Bumi Dengan Eksperimen Gerak Jatuh Bebas Dan Getaran Zat Cair Di Politeknik Negeri Bandung
Sri Suratmi, Hanifah Zakiya

Politeknik Negeri Bandung
Jalan Kampus Polban, Ciwaruga, Parongpong, Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40559


Abstract

Tujuan penelitian yang direncanakan adalah menganalisis perbandingan ketelitian nilai percepatan gravitasi bumi dengan eksperimen gerak jatuh bebas dan getaran zat cair di Laboratorium Fisika Terapan Politeknik Negeri Bandung. Penelitian telah dilaksanakan mempunyai kompetensi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memiliki sikap ilmiah untuk menentukan percepatan gravitasi bumi melalui dua macam eksperimen yaitu eksperimen Gerak Jatuh Bebas dan eksperimen Getaran Zat Cair. Metode penelitian yang telah digunakan yaitu metode analisis deskriptif dengan membandingkan nilai percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Penelitian ini menggunakan 33 data percepatan gravitasi dari masing-masing eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan Uji Mann Whitney ditemukan nilai sinifikansi 0,02, artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata percepatan gravitasi bumi yang diperoleh dengan metode Getaran Zat Cair dengan metode Gerak Jatuh Bebas. Percepatan gravitasi dengan menggunakan eksperimen Gerak Jatuh Bebas lebih teliti dibandingkan dengan eksperimen Getaran Zat Cair yakni ketelitian masiang-masing 96 % dan 90%. Sehingga, ekperimen Gerak Jatuh Bebas, menjadi prioritas untuk digunakan oleh mahasiswa pada kegiatan pembelajaran praktikum Fisika Terapan. Namun, alat eksperimen getaran getaran zat cair, masih rekomendasikan oleh peneliti untuk tetap digunakan pada jurusan Teknik Kimia, karena getaran zat cair adalah bagian dari materi yang terdapat dalam silabus Fisika Terapan di Teknik Kimia.

PermaLink: http://portal.fmipa.itb.ac.id/skf2017/kfz/pages/abstract.php?id=92


SKF 2017 - Submission Management System

Powered By Konfrenzi 1.828R © 2020 All Rights Reserved